Bupati Ketapang Dorong Desa Jadi Ujung Tombak Pembangunan
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 Digelar di Ketapang
Pemerintah Kabupaten Ketapang melaksanakan apel bersama dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan ramah tamah bersama para camat dan kepala desa se-Kabupaten Ketapang sebagai bentuk penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintahan desa.
Upacara peringatan berlangsung sederhana namun penuh khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Kegiatan ini dipusatkan di halaman Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), para camat, serta kepala desa dari berbagai wilayah.
Bupati Pimpin Langsung Upacara
Dalam apel tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si bertindak sebagai pembina upacara dan memimpin langsung jalannya kegiatan.
Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Kabupaten Ketapang sangat bergantung pada kemajuan desa-desa yang ada di wilayahnya.
Ia menekankan bahwa desa bukan hanya objek pembangunan, melainkan subjek utama yang menentukan arah pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Desa sebagai Fondasi Ketapang yang Maju
Bupati menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal jika tidak dimulai dari desa. Desa merupakan unit pemerintahan terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kemajuan desa akan berbanding lurus dengan kemajuan daerah secara keseluruhan. Oleh karena itu, seluruh kebijakan pembangunan daerah harus berpijak pada kebutuhan riil masyarakat desa.
Dengan desa yang kuat, mandiri, dan berdaya saing, Ketapang diyakini mampu tumbuh menjadi daerah yang maju dan berkeadilan.
Peningkatan Kualitas Pelayanan Desa
Dalam amanatnya, Bupati mengingatkan seluruh aparatur pemerintahan desa agar terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan cepat, ramah, dan berorientasi pada kepentingan warga. Kepala desa dan perangkat desa diminta menjadi pelayan masyarakat yang hadir dan responsif terhadap persoalan di lapangan.
Bupati menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan.
Pengelolaan Dana Desa Harus Transparan
Salah satu pesan penting yang disampaikan Bupati adalah terkait pengelolaan dana desa. Ia menekankan bahwa dana desa harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dana desa merupakan instrumen penting dalam mempercepat pembangunan desa. Namun apabila tidak dikelola dengan baik, berpotensi menimbulkan persoalan hukum yang dapat merugikan pemerintah desa dan masyarakat.
Bupati mengingatkan agar setiap penggunaan dana desa benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat dan pembangunan desa.
Penguatan Kepemimpinan Kepala Desa
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung pelaksanaan retreat kepala desa terpilih yang sebelumnya dilaksanakan di Kompi 643.
Kegiatan retreat tersebut bertujuan membangun karakter kepemimpinan, meningkatkan disiplin, serta menanamkan nilai kebersamaan antar kepala desa.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para kepala desa memiliki kesamaan persepsi dalam menjalankan roda pemerintahan desa serta mampu mengedepankan pelayanan publik yang profesional.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Sosial Desa
Bupati Ketapang mendorong agar semangat gotong royong kembali dihidupkan di tengah masyarakat desa.
Menurutnya, tidak semua persoalan pembangunan harus selalu menunggu intervensi pemerintah daerah. Untuk pekerjaan skala kecil, seperti perbaikan jalan desa dengan kerusakan ringan, dapat diselesaikan melalui swadaya masyarakat.
Budaya gotong royong merupakan kekuatan sosial yang telah mengakar dan menjadi identitas masyarakat desa.
Peran Desa dalam Sektor Pendidikan
Di bidang pendidikan, Bupati meminta kepala desa untuk berperan aktif mencegah anak putus sekolah.
Pendataan anak usia sekolah harus dilakukan secara berkala agar tidak ada anak yang tertinggal dari sistem pendidikan.
Kepala desa juga diminta menyosialisasikan berbagai program pemerintah daerah, seperti bantuan buku tulis dan seragam sekolah gratis serta program Kartu Ketapang Pintar bagi keluarga kurang mampu.
Pendidikan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia desa.
Penguatan Desa Sehat melalui Program ODF
Dalam sektor kesehatan, Bupati menekankan pentingnya percepatan program Open Defecation Free (ODF) sebagai fondasi desa sehat dan mandiri.
Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 192 desa atau sekitar 73,3 persen dari total 262 desa di Kabupaten Ketapang telah dilaunching sebagai desa ODF.
Capaian tersebut dinilai sebagai kemajuan signifikan dalam waktu yang relatif singkat dan menjadi modal kuat untuk mewujudkan desa sehat.
Target Seluruh Desa ODF dalam Tiga Tahun
Bupati menargetkan dalam tiga tahun ke depan seluruh desa di Kabupaten Ketapang telah mencapai status ODF.
Ia menyebutkan bahwa dalam kurun waktu sepuluh bulan, capaian sudah mencapai lebih dari 70 persen. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dan pemerintahan desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
Desa ODF dinilai menjadi indikator penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Menutup amanatnya, Bupati berharap peringatan Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, perangkat kecamatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa.
Dengan kerja sama yang solid, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Desa sebagai Pondasi Rumah Besar Ketapang
Bupati Ketapang menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang merupakan rumah besar bagi seluruh masyarakat.
Rumah besar tersebut harus dirawat dan dibangun bersama-sama, dimulai dari desa sebagai fondasi utama pembangunan.
Pembangunan desa yang kuat diyakini akan menciptakan Ketapang yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan bagi seluruh warganya.
Penutup
Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Ketapang menjadi momentum penting untuk memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan.
Melalui peningkatan pelayanan, pengelolaan dana desa yang transparan, penguatan pendidikan, kesehatan, serta gotong royong masyarakat, desa diharapkan mampu tumbuh sebagai pusat kemajuan daerah.
Dengan desa yang kuat, Ketapang diyakini mampu melangkah menuju masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan.
Baca Juga : Wabup Ketapang Ikuti Rakornas Sinergi Asta Cita
Cek Juga Artikel Dari Platform : olahraga

