Bupati Ketapang Curhat Soal Jalan ke Komisi V DPR

ketapangnews.web.id Persoalan infrastruktur jalan masih menjadi tantangan utama di Kabupaten Ketapang. Kondisi ini kembali disuarakan langsung oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo dalam pertemuan bersama Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. Meski berlangsung dalam suasana santai sambil berbincang ringan, pembahasan yang muncul dinilai sangat serius dan menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Alexander Wilyo menyampaikan berbagai keluhan warga terkait akses jalan yang belum optimal. Infrastruktur dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan.

Bupati menilai bahwa perbaikan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut kelancaran distribusi hasil produksi dan konektivitas antarwilayah. Tanpa akses yang memadai, potensi ekonomi Ketapang sulit berkembang secara maksimal.


Infrastruktur Jalan Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Alexander mengungkapkan bahwa luas wilayah Ketapang menjadi tantangan tersendiri. Jarak antar kecamatan cukup jauh dan sebagian besar wilayah masih bergantung pada jalur darat sebagai akses utama.

Kondisi jalan yang belum mantap membuat biaya logistik meningkat. Masyarakat harus mengeluarkan ongkos lebih besar untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Hal ini berdampak langsung pada pendapatan petani dan pelaku usaha lokal.

Menurutnya, peningkatan kualitas jalan akan memberikan efek berantai. Aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar, harga kebutuhan lebih stabil, serta akses layanan publik dapat dijangkau dengan lebih mudah.


Ketua Komisi V Dinilai Paham Kondisi Daerah

Dalam pertemuan tersebut, Alexander menilai Lasarus sebagai sosok yang memahami betul persoalan infrastruktur di Kalimantan Barat. Pengalaman panjangnya di DPR RI serta latar belakang sebagai putra daerah menjadi nilai tambah dalam melihat persoalan secara menyeluruh.

Lasarus telah beberapa periode duduk sebagai anggota legislatif nasional dan dipercaya memimpin Komisi V. Komisi ini memiliki peran strategis karena membidangi infrastruktur, transportasi, dan pembangunan wilayah.

Dengan pemahaman tersebut, Bupati Ketapang berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius di tingkat pusat.


Usulan Perubahan Status Jalan Strategis

Dalam pertemuan itu, terdapat sejumlah usulan utama yang disampaikan. Salah satunya adalah perubahan status beberapa ruas jalan menjadi jalan nasional.

Ruas-ruas tersebut diproyeksikan sebagai koridor penghubung antara jalan kabupaten, provinsi, dan nasional. Perubahan status dinilai penting agar penanganannya dapat dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan jalan yang memiliki peran strategis bagi kawasan industri, pertanian, dan jalur logistik di Ketapang.


Permintaan Penanganan Jalan Prioritas

Selain perubahan status, Bupati Ketapang juga mengusulkan penanganan langsung terhadap sejumlah ruas jalan yang saat ini menjadi jalur vital masyarakat.

Jalan-jalan tersebut menghubungkan sentra produksi dengan pusat distribusi. Kondisi yang belum memadai kerap menghambat mobilitas kendaraan dan aktivitas ekonomi warga.

Dengan dukungan pemerintah pusat, ruas-ruas prioritas ini diharapkan dapat ditingkatkan secara bertahap agar memiliki daya dukung jangka panjang.


Dorong Program Inpres Jalan Daerah

Usulan lainnya adalah agar sejumlah ruas jalan kabupaten dapat masuk dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah. Program ini dinilai menjadi peluang besar untuk mempercepat perbaikan infrastruktur di daerah.

Melalui skema tersebut, pemerintah pusat dapat membantu pembiayaan pembangunan jalan yang menjadi kewenangan kabupaten. Hal ini sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan anggaran daerah.

Bupati berharap program ini mampu menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini sulit ditangani secara mandiri oleh pemerintah kabupaten.


Konektivitas Jadi Kunci Pemerataan Pembangunan

Alexander menegaskan bahwa seluruh usulan yang disampaikan tidak berdiri sendiri. Semuanya diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah dan pemerataan pembangunan.

Jalan yang baik akan membuka akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Masyarakat di wilayah terpencil dapat menikmati pelayanan yang setara dengan daerah perkotaan.

Konektivitas juga menjadi faktor penting dalam menarik investasi. Infrastruktur yang memadai akan meningkatkan kepercayaan dunia usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi di Ketapang.


Selaras dengan Arah Pembangunan Nasional

Bupati Ketapang menilai usulan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional. Fokus pada konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan menjadi landasan utama.

Pembangunan infrastruktur jalan dinilai sebagai investasi jangka panjang. Manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

Dengan dukungan pemerintah pusat, Ketapang diharapkan mampu tumbuh sebagai daerah yang memiliki daya saing kuat di Kalimantan Barat.


Sinergi Jadi Kunci Pembangunan Daerah

Dari pertemuan sederhana tersebut, muncul kesepahaman bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPR RI, dan pemerintah pusat menjadi faktor penentu keberhasilan.

Sinergi yang kuat akan membuat perencanaan lebih terarah. Program pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Melalui komunikasi terbuka dan kerja sama berkelanjutan, pembangunan infrastruktur di Ketapang diharapkan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform dailyinfo.blog

You may also like...