ASDP Imbau Perjalanan Ferry Direncanakan Agar Terhindar Padat

ASDP Imbau Masyarakat Rencanakan Perjalanan Ferry Untuk Hindari Kepadatan

Arus balik pasca perayaan Natal 2025 mulai terlihat di sejumlah lintasan penyeberangan nasional. Meski demikian, pergerakan masyarakat melalui moda transportasi laut, khususnya kapal ferry, masih berada dalam kondisi relatif terkendali. ASDP Indonesia Ferry menilai situasi ini sebagai momentum yang tepat bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih matang agar terhindar dari kepadatan saat puncak arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Berdasarkan data Posko Angkutan Nataru, tingkat pemesanan tiket penyeberangan pada periode pasca Natal hingga awal Tahun Baru masih tergolong rendah. Kondisi tersebut memberikan ruang yang cukup bagi pengguna jasa untuk menentukan jadwal perjalanan yang lebih nyaman dan aman, tanpa harus berdesakan di pelabuhan.


Kuota Penyeberangan Masih Longgar

Mengacu pada data Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru per Jumat, 17 Desember 2025, pukul 08.00 WIB, tingkat pemesanan tiket penyeberangan secara nasional masih berada di kisaran 4,32 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kuota penyeberangan belum terisi signifikan dan masih sangat longgar.

Situasi tersebut dinilai sebagai peluang bagi masyarakat untuk mengatur rencana perjalanan sejak dini. Dengan memilih jadwal keberangkatan di luar puncak arus balik, pengguna jasa ferry dapat menghindari antrean panjang dan kepadatan di area pelabuhan.

“Kami mengimbau pengguna jasa agar tidak menunggu puncak arus balik. Dengan kuota yang masih tersedia, masyarakat dapat memilih waktu perjalanan yang lebih nyaman dan terhindar dari kepadatan,” jelas perwakilan ASDP.


Fokus ASDP pada Kesiapan Layanan

ASDP menegaskan bahwa operasional penyeberangan selama periode Nataru dilaksanakan sesuai kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Fokus utama perusahaan adalah memastikan kesiapan layanan bagi seluruh pengguna jasa, baik dari sisi armada kapal, fasilitas pelabuhan, maupun sistem tiket.

Dengan pengalaman panjang dalam mengelola angkutan penyeberangan nasional, ASDP berupaya menjaga keseimbangan antara kelancaran arus penumpang dan keselamatan pelayaran. Seluruh lintasan utama terus dipantau secara intensif melalui posko terpadu.


Kondisi Penyeberangan Jawa–Sumatera

Pada puncak pergerakan pasca Natal yang terjadi pada 26 Desember 2025 atau H+1, pemanfaatan kuota tiket di lintasan Jawa–Sumatera tercatat bervariasi. Di Pelabuhan Merak, tingkat keterisian kuota berada di angka sekitar 16,49 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kapasitas penyeberangan masih cukup longgar.

Sementara itu, Pelabuhan Ciwandan mencatat tingkat keterisian yang lebih tinggi, yakni 62,47 persen. Kondisi ini menandakan bahwa pelabuhan alternatif mulai menjadi pilihan masyarakat untuk menyeberang. Di sisi lain, Pelabuhan Bakauheni mencatat keterisian sekitar 22,52 persen.

Variasi pemanfaatan kuota tersebut mencerminkan adanya penyebaran arus perjalanan, sehingga beban tidak terpusat di satu pelabuhan utama saja.


Lintasan Jawa–Bali Mulai Ramai

Di lintasan Jawa–Bali, aktivitas penyeberangan juga mulai menunjukkan peningkatan. Pelabuhan Ketapang mencatat tingkat pemanfaatan kuota sebesar 48,65 persen. Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk mencapai 69,09 persen.

Tingginya pemanfaatan kuota di pelabuhan alternatif seperti Gilimanuk menunjukkan bahwa pola perjalanan masyarakat mulai menyebar. Hal ini dinilai positif karena dapat mengurangi risiko kepadatan ekstrem di satu titik tertentu.


Data Operasional Kapal dan Penumpang

Pada H+1 Natal, data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mencatat sebanyak 123 trip kapal beroperasi selama 24 jam penuh. Jumlah tersebut menunjukkan kesiapan armada dalam melayani lonjakan pergerakan penumpang.

Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada periode tersebut mencapai 33.910 orang. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meski demikian, ASDP memastikan bahwa pergerakan kendaraan dan penumpang secara keseluruhan masih relatif stabil.

Pertumbuhan paling menonjol tercatat pada kendaraan jenis bus. Hal ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum untuk perjalanan jarak jauh selama libur akhir tahun.


Pentingnya Perencanaan Perjalanan Sejak Dini

ASDP kembali menekankan pentingnya perencanaan perjalanan sejak jauh hari. Masyarakat diimbau untuk tidak bersikap spontan dan menunggu hingga mendekati puncak arus balik, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan di pelabuhan dan antrean panjang.

Dengan memanfaatkan kuota yang masih tersedia, pengguna jasa dapat memilih waktu keberangkatan yang lebih fleksibel, sekaligus menikmati perjalanan yang lebih nyaman. Perencanaan yang baik juga membantu operator pelabuhan dan kapal dalam mengatur distribusi arus penumpang secara optimal.


Tiket Online Ferizy Jadi Kunci Kelancaran

ASDP mengingatkan bahwa seluruh tiket penyeberangan kini hanya dapat dibeli melalui sistem tiket online Ferizy. Tidak ada lagi penjualan tiket langsung di pelabuhan. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi antrean, meningkatkan kepastian jadwal, dan mendukung digitalisasi layanan transportasi.

Tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa diminta membeli tiket secara daring, memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, serta datang sesuai jadwal yang tertera pada tiket.

Kepatuhan terhadap jadwal keberangkatan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Nataru.


Edukasi dan Kesadaran Pengguna Jasa

Selain kesiapan operator, kelancaran arus penyeberangan juga sangat bergantung pada kesadaran pengguna jasa. ASDP mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengikuti aturan yang telah ditetapkan, termasuk datang tepat waktu dan mempersiapkan dokumen perjalanan dengan lengkap.

Dengan kerja sama yang baik antara operator dan masyarakat, potensi kepadatan dapat diminimalisir, sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.


Proyeksi Arus Balik Tahun Baru

Menjelang pergantian tahun, ASDP memprediksi arus balik masih akan meningkat secara bertahap. Namun, dengan kondisi kuota yang masih longgar dan sistem operasional yang telah disiapkan, lonjakan tersebut diharapkan tetap dapat dikelola dengan baik.

ASDP bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan di lapangan melalui posko terpadu, serta melakukan penyesuaian operasional jika diperlukan.


Penutup

Imbauan ASDP agar masyarakat merencanakan perjalanan ferry sejak dini menjadi langkah penting dalam menghadapi arus balik Nataru 2025. Dengan kuota penyeberangan yang masih tersedia dan sistem tiket online yang sudah berjalan, masyarakat memiliki kesempatan besar untuk menghindari kepadatan dan menikmati perjalanan yang lebih nyaman.

Perencanaan matang, kepatuhan terhadap jadwal, serta pemanfaatan layanan digital menjadi kunci utama kelancaran penyeberangan. Dengan sinergi antara operator dan pengguna jasa, arus balik Natal dan Tahun Baru diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan terkendali.

Baca Juga : Libur Nataru Arus Lalu Lintas Jawa Timur Masih Terkendali

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : liburanyuk

You may also like...