Perkedel Tahu Diduga Picu Keracunan Massal di Marau
ketapangnews.web.id Peristiwa keracunan massal terjadi di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, setelah ratusan siswa dan guru mengalami gejala mual, muntah, dan lemas usai mengonsumsi makanan dari Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan sementara mengarah pada salah satu menu yang disajikan, yakni perkedel tahu.
Kejadian ini menjadi perhatian luas karena menyangkut kesehatan anak-anak sekolah serta pelaksanaan program pemenuhan gizi yang seharusnya membantu meningkatkan kualitas nutrisi siswa. Pemerintah daerah bersama pihak terkait kini bergerak cepat melakukan penanganan medis, investigasi, dan evaluasi agar kasus serupa tidak terulang.
Menurut keterangan Kepala Program MBG Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, pihaknya membenarkan adanya laporan siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu makanan yang didistribusikan melalui dapur penyedia.
Gejala Mual dan Muntah Dialami Siswa dan Guru
Laporan awal diterima setelah banyak siswa tidak masuk sekolah karena mengalami keluhan kesehatan. Gejala yang muncul berupa mual, muntah, dan kondisi tubuh yang melemah.
Agus menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi merupakan bagian dari menu MBG yang terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sayuran, serta puding.
Dugaan sementara menunjukkan bahwa perkedel tahu menjadi menu yang paling mungkin memicu gangguan kesehatan tersebut. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan.
Pihak sekolah segera melaporkan kondisi ini kepada penyelenggara program setelah melihat jumlah siswa yang terdampak cukup besar.
Distribusi Program MBG Dihentikan Sementara
Sebagai langkah cepat, distribusi makanan MBG dihentikan sementara di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil agar fokus utama dapat diarahkan pada penanganan siswa yang dirawat serta mencegah kemungkinan munculnya korban tambahan.
Penghentian sementara ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi resmi. Pihak program menegaskan bahwa keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa pengawasan terhadap kualitas makanan harus dilakukan dengan ketat, terutama karena program menyasar anak-anak sekolah.
SPPG Ketapang Marau Ditutup Menunggu Hasil Pemeriksaan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading yang dikelola oleh Yayasan Surya Gizi Lestari ditutup sementara. Penutupan dilakukan sampai hasil uji laboratorium keluar dan penyebab keracunan dapat dipastikan.
SPPG ini diketahui melayani lebih dari seribu penerima manfaat, sehingga kejadian ini menjadi evaluasi besar dalam sistem distribusi makanan bergizi.
Penutupan sementara juga bertujuan memastikan bahwa prosedur keamanan pangan dapat diperbaiki sebelum layanan dibuka kembali.
Penanganan Medis dan Tanggung Jawab Biaya Pengobatan
Agus Kurniawi menyampaikan bahwa pihaknya bersama pengelola SPPG fokus pada pengobatan serta pendataan siswa yang terdampak. Mereka dirawat di fasilitas kesehatan setempat, termasuk Puskesmas Marau.
Pihak program juga menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi siswa dan guru yang mengalami dampak kesehatan. Ini menjadi bentuk tanggung jawab dalam memastikan korban mendapatkan perawatan optimal.
Selain itu, langkah pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah pasti penerima manfaat yang mengalami gejala serta memastikan tidak ada kasus yang terlewat.
Permohonan Maaf dan Evaluasi Program
Dalam pernyataannya, Agus Kurniawi menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, siswa, dan orang tua yang terdampak. Ia menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi besar dalam pelaksanaan program ke depan.
Program MBG memiliki tujuan mulia untuk mendukung kesehatan dan gizi anak-anak. Namun, kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama.
Evaluasi akan dilakukan mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan agar keamanan pangan lebih terjamin.
Data Dinas Kesehatan: Ratusan Orang Terdampak
Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mencatat bahwa jumlah siswa dan guru yang terdampak mencapai lebih dari seratus orang. Angka ini menunjukkan bahwa kejadian tersebut cukup serius dan membutuhkan perhatian lintas sektor.
Kasus keracunan massal di lingkungan sekolah selalu menjadi alarm penting karena anak-anak merupakan kelompok rentan. Pemeriksaan laboratorium dan investigasi menyeluruh diperlukan agar penyebabnya jelas.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan di program-program serupa.
Pentingnya Standar Keamanan Pangan dalam Program Gizi
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa program makanan bergizi harus dibarengi standar keamanan pangan yang ketat. Dalam pengolahan makanan untuk ribuan penerima manfaat, setiap tahapan harus memenuhi prosedur higienis.
Beberapa faktor yang biasanya diperiksa dalam kasus keracunan makanan antara lain:
- Kebersihan dapur dan peralatan masak
- Proses penyimpanan bahan makanan
- Kondisi distribusi makanan ke sekolah
- Kemungkinan kontaminasi bakteri atau bahan tidak layak
- Ketepatan waktu konsumsi makanan
Dengan sistem pengawasan yang baik, risiko kejadian serupa dapat ditekan.
Kesimpulan
Kasus mual dan muntah massal di Kecamatan Marau, Ketapang, diduga dipicu oleh menu perkedel tahu dalam program makanan bergizi gratis. Distribusi makanan dihentikan sementara, sementara SPPG pengelola juga ditutup menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Penanganan medis sedang dilakukan, dan biaya pengobatan ditanggung oleh pihak program. Kejadian ini menjadi evaluasi besar agar keamanan pangan dalam program gizi sekolah dapat diperkuat.
Masyarakat kini menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan penyebab pasti serta langkah perbaikan agar program pemenuhan gizi tetap berjalan aman dan berkualitas.

Cek Juga Artikel Dari Platform medianews.web.id
