Wabup Ketapang Dorong Percepatan Infrastruktur ke Bappenas
Audiensi dengan Bappenas Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, SH melaksanakan audiensi dan koordinasi dengan Direktur Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Republik Indonesia.
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam mengawal berbagai usulan pembangunan infrastruktur daerah agar dapat terakomodasi dalam kebijakan nasional.
Audiensi ini juga mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tindak Lanjut RPJMN 2025–2029
Koordinasi dengan Bappenas dilakukan sebagai tindak lanjut atas ditetapkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.
RPJMN menjadi dokumen strategis nasional yang menjadi acuan utama seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan.
Oleh karena itu, penyelarasan antara perencanaan daerah dan nasional dinilai sangat penting agar program yang diusulkan daerah dapat berjalan searah dan saling mendukung.
Pentingnya Penyelarasan Perencanaan Pembangunan
Wakil Bupati Ketapang menegaskan bahwa audiensi dengan Bappenas dipandang penting untuk memastikan keselarasan perencanaan pembangunan daerah, khususnya di sektor infrastruktur.
Tanpa penyelarasan yang kuat, pembangunan berisiko tidak terintegrasi dan kurang optimal dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui koordinasi ini, Pemkab Ketapang berupaya memastikan bahwa setiap usulan infrastruktur memiliki landasan kebijakan yang jelas dalam dokumen perencanaan nasional.
Usulan Strategis Infrastruktur Daerah
Dalam audiensi tersebut, Jamhuri Amir menyampaikan sejumlah usulan strategis pembangunan infrastruktur daerah.
Usulan tersebut difokuskan pada penguatan konektivitas antarwilayah, peningkatan aksesibilitas transportasi, serta kelancaran sistem logistik.
Infrastruktur menjadi kebutuhan mendasar bagi Kabupaten Ketapang yang memiliki wilayah luas dan karakter geografis yang beragam.
Konektivitas Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Wabup menekankan bahwa infrastruktur yang baik akan membuka keterisolasian wilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta mempercepat mobilitas masyarakat.
Konektivitas yang memadai diyakini mampu menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing produk lokal, dan menarik investasi.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada layanan publik, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Dukungan terhadap Asta Cita Nasional
Koordinasi dengan Bappenas juga dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita nasional, khususnya Asta Cita ke-3 yang menekankan penguatan infrastruktur sebagai pilar pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Ketapang menilai bahwa agenda nasional tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan.
Keselarasan ini menjadi peluang besar agar daerah memperoleh dukungan program dan pendanaan dari pemerintah pusat.
Infrastruktur sebagai Pengungkit Lapangan Kerja
Wakil Bupati menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki efek ganda yang signifikan terhadap perekonomian.
Selain mempercepat konektivitas, pembangunan infrastruktur juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Keterlibatan tenaga kerja daerah dalam proyek pembangunan dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan menggerakkan ekonomi secara berkelanjutan.
Komitmen Bangun Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat
Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian PPN/Bappenas RI.
Kolaborasi tersebut menjadi kunci agar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berjalan secara terintegrasi dan tidak tumpang tindih.
Dengan kerja sama yang kuat, pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran.
Perencanaan yang Terintegrasi dan Berkelanjutan
Wabup menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya bersifat jangka pendek, tetapi harus dirancang secara berkelanjutan.
Perencanaan yang terintegrasi diperlukan agar infrastruktur yang dibangun dapat mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Selain itu, aspek lingkungan dan keberlanjutan juga menjadi pertimbangan penting dalam setiap program pembangunan.
Dampak terhadap Kualitas Layanan Publik
Pembangunan infrastruktur yang terencana dengan baik diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik.
Akses jalan yang baik, sistem logistik yang lancar, serta infrastruktur pendukung lainnya akan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Mendorong Daya Saing Daerah
Wabup menegaskan bahwa infrastruktur yang memadai merupakan prasyarat penting bagi daya saing daerah.
Daerah dengan konektivitas yang baik lebih mudah menarik investasi dan mengembangkan potensi unggulan.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur menjadi instrumen strategis untuk membawa Ketapang menjadi daerah yang kompetitif di tingkat regional maupun nasional.
Harapan terhadap Dukungan Bappenas
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap Bappenas dapat memberikan dukungan terhadap usulan pembangunan infrastruktur daerah.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya dalam bentuk perencanaan, tetapi juga dalam sinkronisasi program lintas kementerian.
Dengan dukungan pusat, percepatan pembangunan infrastruktur di Ketapang dapat terwujud secara nyata.
Penutup
Audiensi Wakil Bupati Ketapang dengan Bappenas RI menjadi langkah konkret dalam mengawal pembangunan infrastruktur daerah.
Melalui penyelarasan dengan RPJMN 2025–2029 dan Asta Cita nasional, Pemerintah Kabupaten Ketapang optimistis pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih terarah dan berdampak luas.
Sinergi pusat dan daerah diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi Kabupaten Ketapang.
Baca Juga : Bupati Ketapang Dorong Desa Jadi Ujung Tombak Pembangunan
Cek Juga Artikel Dari Platform : mabar

