Paguyuban Sunda Ketapang Semarakkan Festival Kuliner Khas Sunda Dengan Ragam Hidangan dan Seni Tradisional

ketapangnews.web.id Festival Kuliner Khas Sunda yang digelar oleh Paguyuban Sunda Ketapang di Gedung Pancasila berlangsung meriah dan penuh warna. Sejak pagi hari, masyarakat yang datang sudah disambut dengan atmosfer budaya Sunda yang begitu kental. Alunan musik tradisional menggema dari dalam gedung, menambah nuansa etnik yang hangat sekaligus membawa pengunjung seolah sedang berada di tanah Sunda. Penampilan tari-tarian khas ikut menambah pesona acara, membuat suasana semakin hidup dan mengundang banyak orang untuk singgah sejenak.

Kemeriahan yang tercipta tidak hanya berasal dari dekorasi bernuansa Sunda, tetapi juga dari energi masyarakat yang tampak menikmati setiap sudut acara. Banyak keluarga yang datang membawa anak-anak, para pecinta kuliner, hingga pelaku seni lokal yang ingin melihat lebih dekat keberagaman budaya yang ditampilkan. Sentuhan tradisi dan modern disatukan dalam gelaran ini sehingga menciptakan pengalaman unik bagi para pengunjung.

Ragam Kuliner yang Menggugah Selera

Salah satu daya tarik utama festival ini terletak pada jejeran kuliner khas Sunda yang tertata rapi di area depan gedung. Berbagai hidangan tradisional tersaji lengkap, mulai dari camilan sederhana hingga makanan utama yang gurih dan kaya bumbu. Di antara jajaran makanan tersebut, beberapa menu terlihat paling populer seperti siomai khas Bandung, batagor renyah, dan seblak yang selalu menjadi favorit anak muda. Aroma makanan yang merebak menambah semangat para pengunjung untuk berkeliling mencoba satu per satu sajian.

Selain itu, ada juga roti bakar dengan berbagai topping serta jajanan rumahan khas Sunda yang kini mulai jarang ditemui. Kehadiran makanan-makanan tersebut membuat festival tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga sarana nostalgia bagi pengunjung yang rindu cita rasa kampung halaman. Banyak warga tampak antre dengan tertib, memilih hidangan untuk disantap sambil menikmati suasana festival.

Peran Besar UMKM dalam Menyemarakkan Acara

Festival ini semakin istimewa berkat partisipasi aktif dari 25 pelaku UMKM yang ikut menampilkan produk kuliner terbaik mereka. Masing-masing UMKM membawa ciri khas tersendiri, mulai dari olahan rumahan hingga inovasi makanan kekinian yang tetap mempertahankan sentuhan Sunda. Keberagaman inilah yang membuat festival terasa sangat kaya dan representatif terhadap budaya kuliner Sunda.

Para pelaku UMKM tampak antusias melayani pelanggan dan menjelaskan bahan serta proses pembuatan setiap hidangan. Bagi mereka, festival ini menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan pelanggan baru. Tidak sedikit dari mereka yang berasal dari usaha rumahan, sehingga kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan visibilitas usaha dan membuka peluang tambahan untuk berkembang.

Kupon Gratis Sebagai Bentuk Apresiasi

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang turut mendukung kegiatan budaya dan UMKM lokal, panitia menyediakan seribu kupon gratis untuk mencicipi hidangan kuliner. Keberadaan kupon ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Banyak pengunjung yang merasa terbantu karena bisa mencoba berbagai makanan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan di awal.

Kupon gratis tersebut juga menciptakan suasana yang lebih inklusif. Semua kalangan—baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa—berkesempatan untuk menikmati makanan yang tersedia. Hal ini memperlihatkan komitmen Paguyuban Sunda Ketapang dalam memperkenalkan budaya kuliner secara lebih luas dan merata kepada masyarakat setempat.

Seni dan Budaya yang Menjadi Sorotan Utama

Selain kuliner, festival ini juga menonjolkan berbagai penampilan seni yang menjadi identitas budaya Sunda. Musik tradisional yang dimainkan langsung oleh pegiat seni lokal menciptakan suasana damai dan membuat pengunjung betah berlama-lama. Gerakan gemulai penari dengan kostum khas Sunda menambah warna tersendiri dalam festival ini. Tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan setiap penampilan melalui kamera ponsel mereka.

Kehadiran unsur seni di festival ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga edukasi. Banyak pengunjung, terutama anak-anak, tampak tertarik mengamati alat musik tradisional seperti angklung dan kecapi yang dimainkan dengan penuh keahlian. Hal ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan budaya Sunda kepada generasi muda agar tetap lestari dan dikenal lebih luas.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah

Festival ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Bupati Ketapang hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Sunda Ketapang atas inisiatif mereka dalam menjaga keberagaman budaya. Kehadirannya disambut hangat oleh warga yang memadati lokasi acara. Ia bahkan menyempatkan diri berkeliling, menyapa masyarakat, dan berdialog dengan pelaku UMKM yang ikut meramaikan festival.

Dukungan pemerintah dianggap penting karena membantu memperkuat upaya pelestarian budaya daerah. Kehadiran pejabat daerah memberikan motivasi tambahan bagi penyelenggara dan pelaku UMKM untuk terus mempertahankan keberagaman budaya melalui kegiatan kreatif dan bermanfaat seperti ini.

Festival Sebagai Ajang Pelestarian Budaya

Secara keseluruhan, festival ini tidak hanya menyuguhkan makanan lezat dan hiburan menarik, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya Sunda di tanah Ketapang. Melalui festival seperti ini, masyarakat dapat mengenal lebih dalam mengenai kuliner, seni, dan tradisi Sunda. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong antarwarga dari berbagai latar belakang.

Gelaran ini menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM. Kehangatan, keceriaan, dan aroma lezat kuliner yang memenuhi udara membuat festival ini meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung.

Cek Juga Artikel Dari Platform kalbarnews.web.id

You may also like...