Pencak Silat Bupati Ketapang Cup 2025, Ajang Mengasah Bakat dan Melestarikan Budaya
ketapangnews.web.id Kabupaten Ketapang kembali menjadi sorotan dengan digelarnya Jambore Pencak Silat Bupati Ketapang Cup 2025. Ribuan pendekar dari berbagai perguruan silat di Ketapang dan sekitarnya ambil bagian dalam ajang bergengsi ini.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa seni bela diri tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Ketapang, Repalianto, yang hadir mewakili Bupati Ketapang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, perguruan, hingga peserta muda yang penuh semangat.
“Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga warisan budaya yang memperkuat karakter bangsa,” ujar Repalianto dalam sambutannya.
Ia menegaskan, kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan karena mengandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, disiplin, dan persaudaraan.
Arena Kompetisi dan Silaturahmi
Jambore Pencak Silat Bupati Ketapang Cup digelar selama sepekan penuh. Beragam kategori dipertandingkan, mulai dari seni tunggal, ganda, regu, hingga tanding bebas.
Setiap kategori diikuti oleh peserta dari berbagai usia dan perguruan, seperti PSHT, Tapak Suci, Perisai Diri, dan Merpati Putih.
Menurut panitia, tahun ini jumlah peserta meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap pencak silat semakin tinggi.
“Peserta datang tidak hanya dari Ketapang, tetapi juga dari kabupaten tetangga seperti Kayong Utara, Melawi, dan Kubu Raya,” kata salah satu panitia, Rudi Hartono.
Selain kompetisi, ajang ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarperguruan. Banyak pesilat muda yang menjalin pertemanan baru dan bertukar pengalaman selama acara berlangsung.
Pencak Silat Sebagai Identitas dan Warisan Budaya
Pencak silat tidak hanya dikenal sebagai seni bela diri, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya bangsa. Di Kalimantan Barat, pencak silat telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat sejak lama.
Bagi warga Ketapang, kegiatan seperti ini adalah cara untuk menjaga tradisi sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya.
Sekda Ketapang, Repalianto, menilai pelestarian pencak silat harus terus didorong melalui kegiatan yang berkesinambungan.
“Silat mengajarkan keseimbangan antara kekuatan fisik dan moral. Ini nilai yang penting untuk anak muda sekarang,” katanya.
Menurutnya, pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh agar cabang olahraga dan budaya ini terus berkembang di tingkat lokal maupun nasional.
Antusiasme Peserta dan Penonton
Suasana di lokasi pertandingan terasa meriah sejak hari pertama. Sorak sorai penonton terdengar setiap kali pesilat menunjukkan jurus andalan mereka.
Para peserta tampil percaya diri dengan pakaian khas perguruannya masing-masing. Jurus-jurus indah, gerakan cepat, dan teriakan khas “haa!” menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Salah satu peserta muda, Salsa (16), mengaku bangga bisa ikut serta dalam ajang ini. “Saya sudah latihan selama tiga bulan untuk lomba ini. Bisa tampil di depan ribuan orang itu pengalaman luar biasa,” katanya.
Baginya, pencak silat bukan hanya soal menang atau kalah, tapi tentang menghargai guru, teman, dan lawan.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas Silat
Pemerintah Kabupaten Ketapang terus menunjukkan dukungan terhadap kegiatan olahraga berbasis budaya seperti ini. Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan perguruan silat, mereka berupaya menjadikan Bupati Cup sebagai agenda tahunan tetap.
Ketua IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kabupaten Ketapang, Samsul Bahri, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa pencak silat masih sangat relevan dengan kehidupan modern.
“Di tengah era digital, silat menjadi ruang untuk menyeimbangkan fisik dan mental anak muda. Nilai-nilai seperti hormat, sabar, dan tanggung jawab tetap penting,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan ajang seperti ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga pusat pembinaan atlet muda yang bisa membawa nama Ketapang di tingkat provinsi hingga nasional.
Membangun Generasi Disiplin dan Berkarakter
Selain aspek budaya dan olahraga, kegiatan ini juga memiliki dampak sosial yang positif. Banyak sekolah dan lembaga pendidikan di Ketapang yang mendorong siswanya ikut serta agar memiliki semangat kompetitif dan karakter disiplin.
Menurut panitia, latihan silat terbukti dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kenakalan remaja.
“Silat mengajarkan kesabaran dan kontrol diri. Anak-anak yang rajin berlatih cenderung memiliki sikap lebih positif,” ungkap pelatih senior, Pak Budi, dari perguruan Tapak Suci.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga mempererat hubungan antar generasi. Para pendekar senior yang hadir sebagai juri dan pembimbing memberikan contoh nyata bagaimana warisan budaya harus dijaga dan diteruskan.
Harapan ke Depan: Silat Ketapang Mendunia
Melalui Bupati Ketapang Cup, masyarakat berharap pencak silat daerah ini bisa dikenal lebih luas. Pemerintah daerah berencana mengajukan Ketapang sebagai tuan rumah Kejuaraan Silat Kalimantan Barat di tahun mendatang.
Langkah ini dianggap strategis untuk meningkatkan ekonomi daerah melalui sektor olahraga dan pariwisata.
“Setiap kali ada event besar seperti ini, hotel penuh, UMKM ramai, dan masyarakat ikut menikmati manfaatnya,” kata Repalianto.
Ia optimis pencak silat Ketapang mampu mencetak atlet berprestasi nasional sekaligus menjaga tradisi budaya yang menjadi kebanggaan daerah.
Kesimpulan: Warisan yang Hidup di Tengah Generasi Muda
Pencak Silat Bupati Ketapang Cup bukan sekadar pertandingan. Lebih dari itu, ia adalah simbol kebersamaan, pelestarian, dan semangat juang.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak memahami bahwa budaya tidak hanya dipelajari, tetapi juga dihidupi dalam keseharian.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan masyarakat, pencak silat Ketapang diyakini akan terus tumbuh dan menjadi kebanggaan daerah.
Ajang ini membuktikan bahwa warisan budaya bangsa bisa tetap relevan dan menjadi bagian dari masa depan yang dinamis, disiplin, dan penuh semangat.

Cek Juga Artikel Dari Platform zonamusiktop.com
