Toko Emas Gading Mas Marau Dibobol, Kerugian Rp300 Juta

Toko Emas Gading Mas Marau Dibobol, Kerugian Rp300 Juta

Sebuah toko emas bernama Toko Emas Gading Mas yang berlokasi di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, diduga menjadi sasaran pencurian pada Jumat malam (2/1/2026) hingga Sabtu dini hari (3/1/2026). Peristiwa ini diperkirakan menyebabkan kerugian lebih dari Rp300 juta, berupa emas perhiasan dan emas batangan atau logam mulia.

Kasus pencurian tersebut baru diketahui saat pemilik toko hendak membuka usahanya pada Sabtu pagi. Kondisi toko saat itu sudah dalam keadaan berantakan, sementara brankas tempat penyimpanan emas ditemukan dalam kondisi rusak berat.


Kejadian Diketahui Saat Toko Akan Dibuka

Pemilik Toko Emas Gading Mas, Fransiskus Holly, yang akrab disapa Hoklay, menjelaskan bahwa dirinya langsung menyadari ada yang tidak beres ketika memasuki toko. Sejumlah barang terlihat tidak pada tempatnya, dan pintu akses di bagian belakang tampak telah dibuka secara paksa.

“Barang yang hilang berupa emas perhiasan dan logam mulia. Perkiraan kerugian sementara lebih dari tiga ratus juta rupiah,” ujar Hoklay saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menambahkan bahwa brankas penyimpanan emas yang biasanya berada di dalam toko sudah ditemukan di halaman belakang dalam kondisi rusak dan terbuka.


Pelaku Diduga Masuk Melalui Bagian Belakang

Berdasarkan pengamatan awal di lokasi kejadian, pelaku diduga melakukan aksinya dengan cara yang cukup terencana. Terdapat jejak tapak kaki di sekitar bagian belakang bangunan toko, yang mengindikasikan jalur masuk pelaku.

Hoklay menduga pelaku memanfaatkan kondisi bangunan yang sedang dalam proses pengerjaan. Di sekitar lokasi, terdapat tangga milik tukang bangunan yang kemungkinan digunakan pelaku untuk mencapai atap.

“Pelaku naik ke atap, masuk melalui celah atap, lalu turun lewat plafon rumah. Dari situ pelaku menemukan kunci rumah dan membuka pintu dapur,” jelasnya.

Modus tersebut menunjukkan bahwa pelaku cukup memahami kondisi bangunan dan situasi sekitar toko.


Brankas Dikeluarkan dan Dirusak di Halaman Belakang

Setelah berhasil masuk ke dalam toko, pelaku diduga langsung menuju lokasi brankas penyimpanan emas. Brankas tersebut kemudian dikeluarkan ke halaman belakang, jauh dari pandangan orang sekitar.

Di lokasi itu, brankas dirusak hingga terbuka. Seluruh emas perhiasan dan logam mulia yang tersimpan di dalamnya kemudian diambil pelaku dan dibawa kabur.

Kondisi brankas yang rusak parah mengindikasikan bahwa pelaku menggunakan alat tertentu untuk membukanya.


Tidak Ada Saksi Mata di Lokasi

Hingga saat ini, tidak ada saksi mata yang melihat langsung aksi pencurian tersebut. Lokasi toko yang relatif sepi pada malam hari diduga memudahkan pelaku menjalankan aksinya tanpa terdeteksi.

Situasi tersebut semakin menyulitkan proses pengungkapan awal karena minimnya petunjuk langsung dari warga sekitar.


CCTV Dirusak, Rekaman Tidak Tersedia

Upaya pelaku untuk menghilangkan jejak terlihat dari kondisi kamera pengawas di dalam toko. Menurut keterangan pemilik, CCTV yang terpasang di dalam toko ditemukan dalam kondisi rusak.

“CCTV di dalam toko dirusak, sehingga tidak ada rekaman kejadian,” ungkap Hoklay.

Rusaknya sistem pengawasan ini membuat pemilik tidak memiliki bukti visual terkait waktu dan cara pelaku menjalankan aksinya.


Konfirmasi ke Pihak Kepolisian

Pihak redaksi telah melakukan konfirmasi kepada Polsek Marau terkait peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan yang diterima, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk dari pihak korban.

Meski demikian, pihak kepolisian mengaku telah mengetahui informasi awal terkait dugaan pencurian tersebut dan tetap siap menindaklanjuti apabila laporan resmi telah dibuat.

Polisi menegaskan bahwa proses penyelidikan baru dapat dilakukan secara maksimal setelah adanya laporan dari korban sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.


Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp300 Juta

Kerugian akibat pencurian ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 juta. Nilai tersebut berasal dari emas perhiasan dan emas batangan yang disimpan di dalam brankas.

Pemilik toko menyebutkan bahwa jumlah kerugian tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah dilakukan pendataan lebih rinci terhadap barang yang hilang.


Harapan Pemilik Agar Pelaku Segera Terungkap

Atas kejadian tersebut, Hoklay berharap pelaku pencurian dapat segera terungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia juga berharap peristiwa ini menjadi perhatian bersama, terutama terkait keamanan pelaku usaha di wilayah Kecamatan Marau.

“Kami berharap kejadian ini bisa segera ditindaklanjuti dan menjadi pelajaran agar keamanan lebih diperhatikan,” pungkasnya.

Ia mengaku akan segera mempertimbangkan untuk membuat laporan resmi ke pihak kepolisian agar kasus ini dapat ditangani secara menyeluruh.


Keamanan Usaha Jadi Perhatian Bersama

Kasus pencurian ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan yang memadai bagi pelaku usaha, khususnya usaha dengan nilai aset tinggi seperti toko emas. Selain pengamanan fisik, penggunaan sistem pengawasan yang lebih aman dan berlapis dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Masyarakat di sekitar lokasi juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Dengan adanya kerja sama antara pelaku usaha, masyarakat, dan aparat penegak hukum, diharapkan kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah Marau dan sekitarnya.

Baca Juga : Bupati Ketapang Lantik 12 Pejabat Eselon II Awal 2026

Cek Juga Artikel Dari Platform : wikiberita

You may also like...