Silaturahmi Natal 2025, Wabup Ketapang Perkuat Kerukunan
Silaturahmi Natal Jadi Simbol Persaudaraan di Ketapang
Perayaan Natal 2025 di Kabupaten Ketapang tidak hanya diisi dengan kegiatan ibadah dan perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan lintas iman. Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir melakukan silaturahmi Natal ke sejumlah lembaga keagamaan dan pejabat daerah sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama.
Kegiatan silaturahmi ini menjadi bagian dari tradisi kebersamaan yang terus dirawat Pemerintah Kabupaten Ketapang, khususnya dalam momen-momen hari besar keagamaan. Natal dipandang bukan hanya sebagai perayaan umat Kristiani, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat nilai perdamaian, kasih, dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Rangkaian Kunjungan Silaturahmi Natal
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Jamhuri Amir bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang terlebih dahulu menyambangi Pendopo Bupati Ketapang. Kunjungan ini menjadi simbol keterbukaan dan kebersamaan antarpimpinan daerah dalam menyambut Natal.
Usai dari Pendopo, rombongan Wakil Bupati melanjutkan silaturahmi ke Keuskupan Ketapang. Kehadiran Wabup disambut hangat oleh para tokoh gereja sebagai bentuk apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap umat Kristiani di Ketapang.
Selain itu, Jamhuri juga mengunjungi Susteran OSA, serta kediaman sejumlah kepala perangkat daerah yang merayakan Natal. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Makna Natal sebagai Energi Perdamaian
Dalam setiap kunjungannya, Jamhuri Amir menekankan bahwa Natal membawa pesan universal tentang kedamaian dan kasih. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk memperkuat persatuan masyarakat Ketapang yang terdiri dari berbagai latar belakang agama dan budaya.
“Natal mengajarkan kita tentang kedamaian, kasih, dan persaudaraan. Semoga momen ini menjadi energi untuk merawat kerukunan dan membangun Ketapang yang lebih baik bagi semua,” ungkap Jamhuri.
Ia menilai, perayaan Natal dapat menjadi pengingat penting bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hidup rukun dan saling menghormati.
Komitmen Pemkab Ketapang Jaga Toleransi
Silaturahmi Natal yang dilakukan Wakil Bupati Ketapang merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam menjaga toleransi dan keberagaman. Pemerintah daerah menyadari bahwa kerukunan antarumat beragama adalah fondasi utama bagi stabilitas sosial dan keberhasilan pembangunan.
Jamhuri menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir dan berperan aktif dalam menjaga harmoni, baik melalui kebijakan maupun tindakan nyata di lapangan.
“Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen menjaga toleransi, keberagaman, dan persatuan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bersama merawat harmoni di daerah kita,” tegasnya.
Pertemuan Lintas Tokoh dan Penguatan Komunikasi
Menurut Jamhuri, pertemuan lintas tokoh agama dan perangkat daerah dalam momen Natal memiliki makna strategis. Selain mempererat hubungan personal, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan unsur masyarakat.
Komunikasi yang baik dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama.
Melalui silaturahmi ini, pemerintah daerah berharap tercipta suasana saling percaya dan saling mendukung dalam mewujudkan pelayanan publik yang adil dan merata.
Apresiasi untuk Tokoh Gereja dan Lembaga Keagamaan
Pemerintah Kabupaten Ketapang turut memberikan apresiasi kepada para tokoh gereja, susteran, dan lembaga keagamaan lainnya atas kontribusi mereka dalam menciptakan suasana damai dan toleran di tengah masyarakat.
Peran tokoh agama dinilai sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, saling menghormati, serta menjaga kondusivitas daerah.
Jamhuri menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan tokoh agama harus terus dipertahankan agar Ketapang tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis.
Kerukunan Antarumat sebagai Modal Pembangunan
Kerukunan antarumat beragama tidak hanya berdampak pada stabilitas sosial, tetapi juga menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. Daerah yang rukun dan damai cenderung lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wabup Ketapang menilai bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sosial yang menempatkan persatuan dan toleransi sebagai nilai utama.
Dengan suasana yang harmonis, masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, sementara pemerintah dapat menjalankan program pembangunan secara optimal.
Natal dalam Bingkai Kebhinekaan Ketapang
Kabupaten Ketapang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya. Dalam konteks tersebut, perayaan Natal menjadi salah satu contoh bagaimana kebhinekaan dirawat melalui sikap saling menghormati dan kebersamaan.
Silaturahmi Natal yang dilakukan Wakil Bupati Ketapang mencerminkan semangat kebhinekaan tersebut. Natal dirayakan sebagai momentum kebersamaan, bukan sekadar perayaan kelompok tertentu.
Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman.
Pesan Damai untuk Seluruh Masyarakat
Melalui rangkaian silaturahmi Natal 2025, Jamhuri Amir mengajak seluruh masyarakat Ketapang untuk terus menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan.
Ia berharap semangat Natal dapat menginspirasi masyarakat untuk saling mengasihi, menghargai perbedaan, dan bekerja sama membangun daerah.
Pesan damai ini dinilai relevan tidak hanya dalam momen Natal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Ketapang.
Menjaga Harmoni di Tengah Dinamika Sosial
Di tengah dinamika sosial dan tantangan global, menjaga harmoni antarumat beragama menjadi semakin penting. Pemerintah daerah memandang silaturahmi lintas iman sebagai salah satu cara efektif untuk mencegah potensi konflik dan memperkuat kohesi sosial.
Dengan terus membangun dialog dan kebersamaan, Ketapang diharapkan tetap menjadi contoh daerah yang mampu merawat toleransi di tengah keberagaman.
Penutup: Natal sebagai Perekat Persatuan
Silaturahmi Natal 2025 yang dilakukan Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir menegaskan bahwa nilai kasih dan perdamaian Natal dapat menjadi perekat persatuan masyarakat. Melalui kunjungan ke lembaga keagamaan dan pejabat daerah, pemerintah menunjukkan kehadiran dan kepeduliannya dalam menjaga harmoni sosial.
Dengan semangat kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap perayaan Natal 2025 membawa kedamaian dan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga : Tiga Pansus DPRD Ketapang Kebut Raperda Desa dan Pilkades
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : infowarkop

