Menyumpit Jadi Sarana Lestarikan Budaya Dayak di Ketapang
Pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi menjadi tantangan besar bagi banyak daerah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat. Namun, Kabupaten Ketapang menunjukkan bahwa warisan budaya tidak harus terpinggirkan oleh zaman. Melalui olahraga tradisional menyumpit, nilai-nilai luhur masyarakat Dayak justru dihidupkan kembali dalam bentuk yang lebih inklusif, sehat, dan relevan dengan kehidupan masa kini.
Hal tersebut tercermin dalam Kejuaraan Menyumpit KORMI Cup se-Kalimantan Barat Tahun 2025 yang digelar di Balai Sungai Kedang, Ketapang. Sejak pagi hari, suasana lokasi kegiatan dipenuhi semangat kebersamaan dan kegembiraan. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat menjadikan kejuaraan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang perjumpaan budaya dan identitas kolektif masyarakat Kalimantan.
Pembukaan acara berlangsung meriah dengan pertunjukan barongsai serta tarian tradisional Dayak. Penyambutan tersebut menegaskan bahwa kejuaraan menyumpit bukan sekadar lomba olahraga, melainkan pesta budaya yang merepresentasikan keberagaman. Ketapang tampil sebagai rumah besar yang terbuka bagi semua suku, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ketapang dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kejuaraan ini. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil dari kebersamaan dan komitmen untuk menjaga jati diri masyarakat Kalimantan.
“Kerja keras dan kebersamaan ini telah menghadirkan penyelenggaraan yang bukan sekadar lomba, tetapi perayaan budaya dan identitas masyarakat Kalimantan,” ujarnya.
Menyumpit sebagai Warisan Luhur Masyarakat Dayak
Menyumpit merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Dayak yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dahulu, sumpit digunakan sebagai alat berburu dan sarana bertahan hidup di tengah alam Kalimantan yang lebat. Namun, di balik fungsi praktis tersebut, menyumpit juga mengandung nilai-nilai filosofi yang dalam, seperti kesabaran, ketenangan, fokus, serta keharmonisan manusia dengan alam.
Seiring perubahan zaman, fungsi menyumpit mengalami transformasi. Dari alat berburu, menyumpit kini berkembang menjadi olahraga tradisional dan rekreasi yang aman serta inklusif. Transformasi ini tidak menghilangkan makna budaya yang terkandung di dalamnya, justru memperluas ruang pewarisan nilai kepada generasi muda.
Melalui kejuaraan menyumpit, masyarakat Dayak dan masyarakat Kalimantan pada umumnya diajak untuk kembali mengenal dan mencintai warisan budaya mereka. Generasi muda yang sebelumnya mungkin hanya mengenal menyumpit dari cerita atau buku sejarah kini dapat merasakannya secara langsung sebagai bagian dari aktivitas olahraga.
Olahraga Rekreasi dan Kualitas Hidup Masyarakat
Sebagai Ketua IPSI Kalimantan Barat, Bupati Ketapang juga menekankan pentingnya olahraga rekreasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Olahraga tidak selalu harus berorientasi pada prestasi dan medali, tetapi juga pada kebugaran, kebersamaan, dan kesehatan mental.
Dalam konteks ini, peran KORMI menjadi sangat strategis. KORMI hadir untuk memastikan bahwa masyarakat dari berbagai kelompok usia—anak-anak, dewasa, hingga lansia—dapat berolahraga dengan aman, menyenangkan, dan sesuai dengan kearifan lokal. Menyumpit sebagai olahraga tradisional dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut.
Olahraga tradisional seperti menyumpit juga memiliki keunggulan karena dapat dilakukan dengan peralatan sederhana, biaya relatif terjangkau, dan tidak memerlukan infrastruktur yang rumit. Hal ini membuatnya mudah diakses oleh masyarakat luas, termasuk di wilayah pedesaan.
Momentum Persatuan Antarwilayah di Kalimantan Barat
Kejuaraan Menyumpit KORMI Cup se-Kalimantan Barat Tahun 2025 juga menjadi momentum penting dalam mempererat persatuan antardaerah. Kehadiran atlet dan peserta dari berbagai kabupaten/kota menciptakan ruang interaksi yang sehat, memperkuat rasa persaudaraan, dan menumbuhkan kebanggaan bersama sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Barat.
Sebagai tuan rumah, Ketapang ingin menunjukkan bahwa daerah ini adalah ruang yang terbuka dan ramah. Para peserta disambut dengan hangat, tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai saudara dalam satu rumah besar Kalimantan. Nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya.
Kepada para atlet, pesan yang disampaikan sederhana namun sarat makna: bertandinglah dengan sungguh-sungguh dan junjung tinggi sportivitas. Kemenangan hanyalah bonus, sementara usaha, ketekunan, dan sikap fair play adalah kehormatan sejati yang akan selalu dikenang.
Komitmen Pemerintah Daerah Melestarikan Budaya
Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan yang berorientasi pada pelestarian budaya dan pengembangan olahraga tradisional. Kejuaraan menyumpit ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan untuk menjaga identitas budaya lokal.
Harapan besar juga disematkan pada lahirnya atlet-atlet menyumpit berprestasi dari Kalimantan Barat. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin olahraga tradisional ini dapat diperkenalkan lebih luas di tingkat nasional bahkan internasional, tanpa kehilangan akar budayanya.
Lebih dari sekadar prestasi, keberlanjutan olahraga tradisional menyumpit menjadi simbol bahwa budaya Dayak tetap hidup, berkembang, dan relevan. Di tengah arus globalisasi, Ketapang menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus menggerus tradisi, melainkan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.
Kejuaraan Menyumpit KORMI Cup se-Kalimantan Barat Tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa olahraga tradisional mampu menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Melalui menyumpit, nilai-nilai budaya Dayak dirawat, persatuan diperkuat, dan Ketapang menegaskan diri sebagai rumah besar yang menjaga serta merayakan keberagaman bersama seluruh masyarakat.
Baca Juga : Pos 82 Pasar Baru Perketat Pengamanan Jelang Tahun Baru 2026
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : hotviralnews

