Masuk Masa Denda, DPR Desak Terminal Bandara Ketapang Dipercepat

ketapangnews.web.id Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan terminal baru di Bandar Udara Rahadi Oesman, Ketapang, Kalimantan Barat. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap proyek infrastruktur transportasi yang dinilai sangat penting bagi masyarakat setempat.

Bandara Rahadi Oesman merupakan salah satu pintu utama akses udara di wilayah Ketapang. Keberadaan terminal baru diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan penumpang, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Namun dalam tinjauannya, Lasarus menyoroti bahwa proyek pembangunan terminal mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditetapkan.


Proyek Terminal Masuk Masa Denda

Lasarus menegaskan bahwa keterlambatan pengerjaan proyek kini telah melampaui tenggat waktu. Bahkan, proyek tersebut disebut sudah memasuki masa denda bagi pelaksana atau kontraktor.

Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian serius karena terminal bandara merupakan fasilitas vital. Jika pengerjaan terus molor, maka masyarakat akan semakin lama menunggu manfaat dari pembangunan tersebut.

“Sekarang sebenarnya pengerjaan sudah masuk masa denda. Oleh karena itu, kami meminta untuk segera diselesaikan agar fasilitas terminal ini dapat segera difungsikan secara optimal,” tegas Lasarus.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa DPR ingin proyek tersebut tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar dapat digunakan untuk kepentingan publik.


Terminal Baru Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Transportasi Udara

Pembangunan terminal baru Bandara Rahadi Oesman bukan sekadar proyek fisik. Terminal ini memiliki peran strategis untuk meningkatkan standar pelayanan transportasi udara di Ketapang.

Terminal yang lebih modern akan memberikan kenyamanan bagi penumpang, mulai dari ruang tunggu yang lebih layak, sistem pelayanan yang lebih baik, hingga fasilitas pendukung yang memadai.

Selain itu, bandara yang berkembang juga dapat memperkuat akses masyarakat Ketapang menuju kota-kota besar di Indonesia.

Transportasi udara menjadi kebutuhan penting, terutama bagi daerah yang jaraknya jauh dari pusat ekonomi nasional.


Konektivitas Ketapang Jadi Fokus Utama

Lasarus menilai bahwa konektivitas wilayah harus menjadi prioritas pembangunan. Ketapang sebagai salah satu kabupaten besar di Kalimantan Barat memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang.

Bandara menjadi infrastruktur kunci dalam membuka akses investasi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.

Jika terminal baru dapat segera difungsikan, maka aktivitas penerbangan dapat meningkat, baik dari sisi jumlah penumpang maupun frekuensi penerbangan.

Hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan daerah.


DPR Minta Kontraktor Tidak Menunda Pekerjaan

Dalam peninjauan tersebut, Lasarus juga mendesak pihak kontraktor dan pelaksana proyek untuk segera menyelesaikan sisa pekerjaan.

Menurutnya, proyek yang sudah memasuki masa denda tidak boleh terus ditunda karena akan menimbulkan kerugian lebih besar.

Keterlambatan pembangunan infrastruktur publik dapat berdampak pada pelayanan masyarakat. Selain itu, anggaran negara yang digunakan harus dipertanggungjawabkan secara maksimal.

DPR sebagai lembaga pengawas ingin memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai rencana dan hasilnya dapat dimanfaatkan segera.


Pengawasan Infrastruktur Jadi Bagian dari Tugas Komisi V

Komisi V DPR RI memiliki ruang lingkup kerja yang mencakup infrastruktur, transportasi, serta pembangunan wilayah. Karena itu, kunjungan kerja seperti ini merupakan bagian dari tugas pengawasan langsung.

Lasarus menekankan bahwa pembangunan bandara bukan hanya proyek daerah, tetapi juga bagian dari sistem transportasi nasional.

Bandara di daerah seperti Ketapang memiliki peran penting dalam pemerataan pembangunan dan akses transportasi yang lebih adil.

Dengan adanya pengawasan, DPR berharap proyek strategis seperti ini tidak terhambat terlalu lama.


Harapan Masyarakat Ketapang terhadap Terminal Baru

Masyarakat Ketapang tentu berharap terminal baru segera rampung dan dapat digunakan. Selama ini, fasilitas bandara di daerah sering menjadi keluhan karena keterbatasan kapasitas dan kenyamanan.

Terminal baru diharapkan membawa perubahan besar, baik bagi warga lokal maupun pendatang yang menggunakan jalur udara.

Selain kenyamanan, peningkatan fasilitas juga dapat mendorong citra Ketapang sebagai daerah yang semakin maju dan siap berkembang.

Bandara yang lebih representatif juga dapat mendukung sektor pariwisata dan bisnis.


Pembangunan Infrastruktur Harus Tepat Waktu dan Berkualitas

Kasus keterlambatan terminal Bandara Rahadi Oesman menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur harus dikerjakan dengan manajemen yang baik.

Pemerintah dan kontraktor perlu memastikan proyek selesai tepat waktu, namun tetap mengutamakan kualitas.

Infrastruktur transportasi yang dibangun dengan baik akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sebaliknya, jika proyek terlambat dan kualitasnya buruk, maka yang dirugikan adalah publik.


Penutup: Terminal Bandara Ketapang Harus Segera Difungsikan

Peninjauan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus ke Bandara Rahadi Oesman Ketapang menegaskan pentingnya percepatan pembangunan terminal baru.

Dengan proyek yang sudah masuk masa denda, kontraktor diminta segera menuntaskan sisa pekerjaan agar terminal dapat segera digunakan secara optimal.

Terminal baru ini diharapkan meningkatkan pelayanan transportasi udara, memperkuat konektivitas Ketapang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Masyarakat kini menanti realisasi nyata agar bandara tersebut benar-benar menjadi fasilitas publik yang modern dan bermanfaat.

Cek Juga Artikel Dari Platform rumahjurnal.online

You may also like...