Lusia Dewi Nurjana Alexander Wilyo Resmi Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi Kabupaten Ketapang

ketapangnews.web.id Lusia Dewi Nurjana Alexander Wilyo resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Ketapang. Prosesi ini berlangsung di Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Acara tersebut menjadi bagian dari kegiatan literasi tingkat provinsi yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota. Selain Lusia, ada perwakilan dari 14 daerah lain yang juga dikukuhkan.

Pengukuhan berlangsung dalam suasana khidmat. Setiap perwakilan daerah datang dengan harapan besar untuk memajukan literasi di wilayah masing-masing. Pengukuhan ini tidak hanya bersifat seremonial. Ada makna yang lebih dalam karena posisi Bunda Literasi diharapkan mampu mendorong kebiasaan membaca di masyarakat. Jabatan ini juga menjadi simbol peran perempuan dalam mendukung perkembangan literasi.

Pelantikan Tingkat Provinsi sebagai Awal Prosesi

Acara dimulai dengan pelantikan Erlina Ria Norsan sebagai Bunda Guru dan Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Barat. Pelantikan ditandai dengan pemasangan selempang kehormatan. Selempang tersebut menjadi tanda bahwa beliau mendapat mandat resmi untuk menggerakkan literasi tingkat provinsi.

Pelantikan di tingkat provinsi menjadi dasar sebelum pengukuhan dilakukan kepada para perwakilan daerah. Dengan adanya figur Bunda Literasi di tingkat provinsi, koordinasi program literasi di setiap kabupaten dan kota dapat berjalan lebih baik. Peran ini sangat penting karena dapat menjadi sumber inspirasi bagi daerah lainnya. Kehadiran Bunda Literasi di tingkat provinsi juga memudahkan pemerintah dalam menyusun program literasi yang lebih terarah dan terukur.

Pengukuhan Perwakilan dari Seluruh Kabupaten dan Kota

Setelah pelantikan provinsi selesai, prosesi dilanjutkan dengan pengukuhan Bunda Guru dan Bunda Literasi dari seluruh kabupaten dan kota. Para perwakilan dipanggil satu per satu untuk menerima selempang kehormatan. Erlina Ria Norsan memasangkan selempang secara simbolis kepada seluruh perwakilan tersebut.

Lusia Dewi Nurjana Alexander Wilyo menjadi salah satu sosok yang menerima selempang tersebut. Sebagai perwakilan dari Kabupaten Ketapang, ia disambut dengan hangat oleh peserta acara. Banyak peserta yang menaruh harapan besar pada kemampuannya untuk membawa perubahan positif. Momen ini menandai awal dari tugas baru yang cukup besar bagi Lusia.

Makna Pengukuhan untuk Kabupaten Ketapang

Bagi masyarakat Ketapang, pengukuhan ini memiliki arti penting. Wilayah ini sedang aktif mengembangkan program literasi. Berbagai kegiatan seperti pojok baca, taman literasi, dan kampanye membaca telah berjalan. Dengan hadirnya sosok Bunda Literasi, program-program tersebut diharapkan semakin kuat.

Lusia dikenal sebagai figur yang aktif dalam kegiatan sosial. Ia sering terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat. Kapasitas tersebut membuat warga percaya bahwa ia mampu menjalankan tugas baru ini dengan baik. Harapan terbesar datang dari para guru, pelajar, dan komunitas literasi. Mereka berharap agar kegiatan literasi dapat mencakup lebih banyak wilayah dan lebih banyak kelompok masyarakat.

Tugas dan Peran Seorang Bunda Literasi

Peran Bunda Literasi tidak hanya sebatas seremonial. Ada tugas besar yang harus dijalankan. Bunda Literasi harus mampu mendorong masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Ia juga harus mendukung perpustakaan daerah agar semakin berkembang.

Di Ketapang, banyak tantangan yang harus dihadapi. Akses buku belum merata di beberapa wilayah. Masyarakat di daerah terpencil sulit mendapatkan bahan bacaan. Karena itu, Bunda Literasi harus bekerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi menjadi kunci agar gerakan literasi dapat berjalan dengan baik dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Kolaborasi untuk Memperkuat Gerakan Literasi

Gerakan literasi tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat harus bekerja bersama. Sosok Bunda Literasi dapat menjadi jembatan untuk menyatukan semua pihak. Dengan adanya figur pemimpin yang jelas, berbagai program literasi dapat berjalan lebih efektif.

Ketapang memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi karena banyak komunitas aktif yang peduli pada pendidikan. Dengan pengukuhan Lusia, potensi tersebut dapat dikelola lebih baik. Ia dapat memimpin berbagai inisiatif yang mampu meningkatkan minat baca masyarakat. Sinergi ini diharapkan menghasilkan perubahan nyata bagi dunia pendidikan.

Harapan Masyarakat untuk Masa Depan Literasi

Masyarakat Ketapang menyambut baik pengukuhan ini. Banyak orang tua berharap adanya kegiatan membaca untuk anak-anak. Para guru juga berharap bisa menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Bunda Literasi. Harapan terbesar adalah meningkatnya minat baca di seluruh lapisan masyarakat.

Dengan pengukuhan ini, gerakan literasi di Ketapang diharapkan semakin maju. Komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat menjadi dasar kuat untuk perubahan. Jika semua pihak bekerja bersama, budaya membaca akan tumbuh lebih cepat dan lebih luas.

Penutup: Awal yang Baru untuk Literasi Ketapang

Pengukuhan Lusia Dewi Nurjana Alexander Wilyo menjadi Bunda Literasi Kabupaten Ketapang menjadi langkah besar bagi pengembangan literasi daerah. Dengan dukungan dari provinsi dan seluruh masyarakat, berbagai program literasi diharapkan dapat berjalan lebih baik. Ini bukan hanya awal bagi Lusia, tetapi awal bagi masa depan literasi Ketapang.

Cek Juga Artikel Dari Platform kabarsantai.web.id

You may also like...