Libur Nataru Arus Lalu Lintas Jawa Timur Masih Terkendali
Liburan Nataru, Berikut Pantauan Arus Lalu Lintas di Wilayah Jawa Timur
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi momen dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Pada periode ini, pergerakan kendaraan meningkat signifikan, terutama di jalur tol, jalur wisata, dan penyeberangan antarpulau. Untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas, Polda Jawa Timur menggelar Operasi Lilin Semeru 2025 yang telah memasuki hari ketujuh pelaksanaan.
Berdasarkan pantauan resmi kepolisian, kondisi arus lalu lintas di wilayah Jawa Timur secara umum masih terkelola dengan baik. Meski volume kendaraan mengalami peningkatan di sejumlah titik, situasi tetap aman dan terkendali berkat pengaturan serta pengawasan intensif petugas di lapangan.
Peningkatan Mobilitas di Jalur Tol Jawa Timur
Data arus lalu lintas yang dihimpun selama periode Jumat–Sabtu, 26–27 Desember 2025, pukul 06.00 WIB hingga 06.00 WIB, menunjukkan adanya peningkatan volume kendaraan di sejumlah gerbang tol (GT) utama di Jawa Timur. Meski demikian, peningkatan tersebut masih dalam batas wajar dan tidak menimbulkan kemacetan berarti.
Gerbang Tol Tandes Barat, misalnya, mencatat volume kendaraan masuk sebanyak 18.790 unit dan keluar 18.892 unit. Angka ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Surabaya dan sekitarnya yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus pintu gerbang menuju wilayah lain di Jawa Timur.
Di Gerbang Tol Kejapanan, tercatat 30.404 kendaraan masuk dan 29.213 kendaraan keluar. Sementara itu, Gerbang Tol Waru Gunung juga menunjukkan arus yang cukup padat dengan 23.716 kendaraan masuk dan 24.512 kendaraan keluar. Data ini menunjukkan adanya pergerakan dinamis, baik kendaraan yang masuk ke wilayah Jawa Timur maupun yang keluar menuju daerah lain.
Arus Lalu Lintas Menuju Kawasan Wisata
Beberapa gerbang tol yang mengarah ke kawasan wisata juga mencatat peningkatan volume kendaraan. Gerbang Tol Singosari, yang menjadi salah satu akses menuju Malang Raya, mencatat 16.089 kendaraan masuk dan 17.673 kendaraan keluar. Sementara Gerbang Tol Malang mencatat 6.464 kendaraan masuk dan 7.668 kendaraan keluar.
Peningkatan ini sejalan dengan tingginya minat masyarakat untuk berlibur ke kawasan pegunungan dan wisata alam di Malang dan sekitarnya. Meski demikian, kepolisian memastikan bahwa arus lalu lintas di jalur tersebut masih lancar dan tidak terjadi antrean panjang.
Di wilayah Probolinggo, arus lalu lintas juga terpantau stabil. Gerbang Tol Probolinggo Barat mencatat 2.538 kendaraan masuk dan 2.827 kendaraan keluar, sedangkan Gerbang Tol Probolinggo Timur mencatat 5.671 kendaraan masuk dan 5.663 kendaraan keluar. Angka tersebut menunjukkan keseimbangan arus kendaraan yang cukup baik.
Gerbang Tol Fungsional dan Jalur Penyangga
Selain gerbang tol utama, beberapa gerbang tol fungsional juga dibuka untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas. Gerbang Tol Kraksaan yang dibuka hingga pukul 16.00 WIB mencatat 1.174 kendaraan masuk dan 979 kendaraan keluar. Sementara Gerbang Tol Paiton yang juga bersifat fungsional mencatat 2.586 kendaraan masuk dan 3.616 kendaraan keluar.
Keberadaan gerbang tol fungsional ini dinilai sangat membantu dalam mendistribusikan arus kendaraan, terutama pada jam-jam tertentu ketika volume lalu lintas meningkat. Dengan demikian, beban di jalur utama dapat dikurangi dan potensi kemacetan bisa diminimalisir.
Pantauan Arus di Jalur Barat Jawa Timur
Di wilayah barat Jawa Timur, Gerbang Tol Ngawi mencatat arus kendaraan yang relatif stabil dengan 3.934 kendaraan masuk dan 3.874 kendaraan keluar. Data ini menunjukkan bahwa arus lalu lintas di jalur penghubung Jawa Timur–Jawa Tengah juga masih dalam kondisi terkendali.
Stabilitas arus di wilayah ini menjadi penting karena jalur tersebut merupakan salah satu pintu utama pergerakan antarpulau Jawa, khususnya bagi pemudik dan wisatawan yang melintas dari dan menuju Jawa Tengah.
Aktivitas Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk
Selain jalur tol, aktivitas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk juga menjadi perhatian utama selama libur Nataru. Berdasarkan data kepolisian, arus penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk mencatat pergerakan kendaraan roda dua (R2) sebanyak 1.656 unit, roda empat (R4) 3.148 unit, bus 383 unit, dan truk 1.857 unit. Total penumpang yang menyeberang mencapai 29.825 orang.
Sementara itu, arus penyeberangan dari Gilimanuk menuju Ketapang mencatat 2.122 unit kendaraan roda dua, 2.349 unit kendaraan roda empat, 290 unit bus, dan 2.067 unit truk, dengan total penumpang mencapai 23.834 orang.
Data ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan lintas provinsi, khususnya antara Jawa dan Bali, selama masa liburan akhir tahun.
Pernyataan Resmi Polda Jawa Timur
Kasubsatgas Penmas Operasi Lilin Semeru 2025, Gandi Darma Yudanto, selaku juru bicara, menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus lalu lintas di ruas tol wilayah Jawa Timur masih dalam kondisi aman dan terkendali.
“Pada hari ketujuh Operasi Lilin Semeru 2025, arus lalu lintas di tol wilayah Jawa Timur masih dalam kondisi aman dan terkendali,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa personel di lapangan terus melakukan pengaturan, pemantauan, serta rekayasa lalu lintas apabila diperlukan. Langkah-langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan libur Nataru.
Strategi Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Dalam pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025, kepolisian menerapkan sejumlah strategi pengamanan. Mulai dari penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan, pengaturan arus lalu lintas di gerbang tol, hingga koordinasi dengan pengelola jalan tol dan instansi terkait.
Rekayasa lalu lintas disiapkan sebagai langkah antisipatif jika terjadi lonjakan volume kendaraan secara tiba-tiba. Dengan pendekatan ini, kepolisian berharap dapat mencegah kemacetan panjang serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polda Jawa Timur juga mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat. Kesadaran dan disiplin pengguna jalan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Selain itu, masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari kepolisian terkait kondisi lalu lintas terkini, sehingga dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Penutup
Pantauan arus lalu lintas di wilayah Jawa Timur selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 menunjukkan kondisi yang relatif kondusif. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah gerbang tol dan jalur penyeberangan, situasi masih dapat dikendalikan berkat kesiapsiagaan aparat dan kerja sama berbagai pihak.
Operasi Lilin Semeru 2025 menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan liburan akhir tahun. Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan arus lalu lintas selama sisa periode libur Nataru tetap lancar, aman, dan terkendali.
Baca Juga : Respons Cepat Polres Ketapang Bantu Warga Mogok di Jalur Utama
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : bengkelpintar

