Kronologi Robohnya Wahana Rainbow Slide di Ketapang: Diduga Akibat Over Kapasitas

ketapangnews.web.id Keceriaan di pasar malam yang digelar di halaman Kantor Camat Air Upas, Kabupaten Ketapang, mendadak berubah jadi kepanikan. Ribuan warga yang datang untuk menikmati hiburan keluarga dikejutkan oleh robohnya wahana permainan rainbow slide — seluncuran berwarna pelangi yang tengah ramai dimainkan anak-anak dan remaja.

Menurut keterangan warga setempat, suasana awalnya sangat meriah. Musik, lampu warna-warni, dan tawa pengunjung memenuhi area pasar malam. Namun di tengah keseruan itu, terdengar suara keras dari arah wahana, diikuti teriakan pengunjung yang panik. Dalam hitungan detik, bagian tengah seluncuran roboh dan menjatuhkan beberapa anak yang sedang bermain.

Warga yang melihat kejadian itu langsung berlarian menolong korban. Sebagian pengunjung lain berusaha mengevakuasi anak-anak yang terjebak di bawah besi rangka wahana.


Diduga Akibat Over Kapasitas

Dari keterangan saksi, wahana rainbow slide tampak dipadati pengunjung sejak sore hari. Antrean panjang terlihat di depan area permainan karena banyak anak ingin mencoba berseluncur menggunakan ban karet. Namun, pengelola wahana diduga tidak membatasi jumlah pemain yang naik secara bersamaan.

Kondisi tersebut membuat tekanan pada struktur besi meningkat drastis. Ketika beban mencapai batas maksimum, bagian tengah wahana yang menahan seluncuran tidak kuat menahan dan akhirnya ambruk.

“Waktu itu anak-anak banyak yang naik bersamaan. Kami sudah lihat bagian tengahnya agak melengkung, tapi tidak ada petugas yang melarang,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi.

Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya enam orang luka-luka, sebagian di antaranya anak di bawah umur. Mereka mengalami luka memar, lecet, hingga patah tulang akibat benturan keras saat terjatuh dari ketinggian.


Korban Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit

Setelah kejadian, warga dan petugas pasar malam segera membawa korban ke pusat layanan kesehatan terdekat. Ambulans dari puskesmas tiba beberapa menit kemudian untuk mengevakuasi korban yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Beberapa orang tua korban sempat histeris saat mengetahui anak mereka menjadi korban. Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis pengaman di sekitar wahana dan menghentikan seluruh kegiatan pasar malam sementara waktu.

Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi penyebab pasti kerusakan struktur wahana. Dugaan awal mengarah pada kelalaian pengelola karena tidak memperhatikan batas kapasitas dan kekuatan material.


Pemeriksaan Awal: Konstruksi Tidak Standar

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari pihak kepolisian dan dinas terkait, struktur rangka wahana rainbow slide tidak memenuhi standar keamanan. Bahan yang digunakan sebagian besar berupa pipa besi tipis dan sambungan las manual tanpa perkuatan tambahan.

Seorang petugas dari Dinas Perhubungan dan Pariwisata Ketapang mengatakan bahwa wahana tersebut kemungkinan dipasang sementara tanpa izin resmi. “Pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada laporan pengujian kelayakan atau inspeksi teknis sebelum dibuka untuk umum,” ujarnya.

Dalam kondisi ideal, setiap wahana permainan seharusnya memiliki sertifikat laik operasi. Pemeriksaan teknis wajib dilakukan untuk memastikan keamanan struktur, kapasitas beban, serta kelengkapan alat keselamatan. Tanpa hal ini, risiko kecelakaan seperti di Ketapang akan selalu menghantui.


Pemerintah Daerah dan Polisi Turun Tangan

Pemerintah Kabupaten Ketapang langsung membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti peristiwa ini. Tim terdiri dari unsur kepolisian, dinas perizinan, serta dinas pariwisata. Mereka akan menelusuri apakah pihak penyelenggara pasar malam sudah mengajukan izin kegiatan dengan mencantumkan daftar wahana yang akan dioperasikan.

Jika terbukti ada unsur kelalaian, pengelola pasar malam dapat dikenakan sanksi hukum sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan peraturan tentang keselamatan publik. Sementara itu, seluruh wahana permainan lain di lokasi kejadian telah ditutup hingga ada hasil investigasi resmi.

“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Setiap kegiatan hiburan rakyat harus mengikuti standar keamanan,” tegas seorang pejabat pemerintah daerah.


Trauma dan Evaluasi dari Masyarakat

Pasca kejadian, banyak warga Ketapang mengaku trauma untuk mengunjungi pasar malam. Beberapa orang tua menilai pengawasan terhadap wahana permainan masih sangat longgar. Mereka berharap pemerintah memperketat izin penyelenggaraan kegiatan hiburan, terutama yang melibatkan anak-anak.

“Anak saya sempat minta naik wahana itu, tapi saya larang karena antreannya ramai. Ternyata benar saja, roboh. Kami semua takut,” ungkap salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Peristiwa ini juga menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara hiburan keliling di daerah lain. Setiap bentuk hiburan publik harus mengutamakan aspek keselamatan, bukan hanya keuntungan ekonomi.


Harapan untuk Keamanan Wahana Rakyat

Insiden robohnya rainbow slide di Ketapang menjadi peringatan keras bahwa keselamatan publik tidak bisa dinegosiasikan. Hiburan rakyat seharusnya memberi kebahagiaan, bukan luka dan ketakutan.

Pemerintah diharapkan memperketat pengawasan serta memberikan pelatihan kepada pengelola pasar malam terkait keamanan dan manajemen risiko. Wahana permainan wajib melewati uji kelayakan teknis sebelum digunakan.

Selain itu, masyarakat juga perlu lebih waspada dan bijak memilih wahana untuk anak-anak. Pastikan wahana memiliki pengawas, tanda izin, serta kondisi fisik yang kokoh. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama — antara penyelenggara, pemerintah, dan pengunjung.

Kejadian ini semoga menjadi titik balik dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya standar keselamatan di setiap kegiatan hiburan masyarakat, agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform jalanjalan-indonesia.com

You may also like...