Harga LPG Naik, Warga Ketapang Mengeluh
🔥 Lonjakan Harga LPG di Pasaran
Kenaikan harga LPG non-subsidi yang diberlakukan PT Pertamina Patra Niaga mulai dirasakan warga Ketapang Kalimantan Barat.
Harga tabung 5,5 kg kini mencapai Rp125 ribu hingga Rp130 ribu, sementara tabung 12 kg naik hingga sekitar Rp260 ribu.
📉 Dampak ke Rumah Tangga dan UMKM
Kenaikan ini tidak hanya membebani rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil yang bergantung pada LPG untuk operasional harian.
Biaya produksi yang meningkat berpotensi menekan keuntungan hingga mengancam keberlangsungan usaha.
⚖️ Dinilai Perlu Keseimbangan Kebijakan
Sejumlah warga menilai kenaikan harga memang bisa dipahami sebagai bagian dari mekanisme pasar.
Namun, masyarakat tetap berharap adanya peran pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan perlindungan publik.
🔍 Dorongan Transparansi dan Pengawasan
Warga meminta adanya transparansi terkait alasan kenaikan harga serta pengawasan distribusi yang lebih ketat.
Hal ini penting agar kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan tetap terjaga.
🛡️ Subsidi Harus Tepat Sasaran
Penyaluran LPG subsidi 3 kg juga menjadi perhatian utama.
Masyarakat berharap subsidi benar-benar dinikmati oleh kelompok yang berhak dan tidak disalahgunakan.
⚡ Solusi Alternatif Diperlukan
Selain pengawasan, pemerintah didorong menghadirkan solusi seperti:
- Insentif energi untuk UMKM
- Pengembangan energi alternatif
- Dukungan kebijakan yang lebih adaptif
✅ Harapan Masyarakat
Warga berharap kebijakan energi tidak hanya fokus pada penyesuaian harga, tetapi juga memperhatikan daya tahan ekonomi masyarakat.
Keberhasilan kebijakan dinilai dari kemampuan masyarakat tetap memenuhi kebutuhan dasar tanpa terbebani secara berlebihan.
Baca Juga : Imigrasi Ketapang Perkuat Sinergi Lewat Media Gathering
Cek Juga Artikel Dari Platform : beritabumi

