Bupati Ketapang Minta Perusahaan Bantu Perbaiki Jalan Pesaguan–Kendawangan

Kerusakan Jalan Provinsi Jadi Perhatian Serius Pemkab Ketapang

Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali menegaskan komitmennya dalam memperbaiki infrastruktur dasar yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Salah satu fokus utama saat ini adalah kondisi Jalan Provinsi Pesaguan–Kendawangan yang mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik dan kerap dikeluhkan warga.

Ruas jalan ini memiliki peran strategis sebagai jalur utama mobilitas masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Ketapang. Selain digunakan untuk aktivitas harian warga, jalan Pesaguan–Kendawangan juga menjadi akses penting bagi distribusi logistik, hasil pertanian, perkebunan, serta aktivitas industri yang berkembang di kawasan tersebut.

Bupati Ketapang Ajak Dunia Usaha Terlibat Aktif

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengambil langkah kolaboratif dengan mengajak dunia usaha untuk turut ambil bagian dalam perbaikan jalan. Permintaan ini disampaikan secara resmi melalui surat bernomor 192/SETDA-EKBANG.400.3.3.2/2025 yang ditandatangani pada 30 Desember 2025.

Dalam surat tersebut, Bupati meminta dukungan lima perusahaan yang beroperasi di wilayah Ketapang untuk membantu perbaikan jalan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL). Langkah ini diambil sebagai bentuk gotong royong antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam membangun daerah.

Lima Perusahaan Diminta Berkontribusi Lewat TJSL

Adapun lima perusahaan yang diminta berpartisipasi adalah PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, PT Ketapang Bangun Sarana, PT Borneo Alumindo Prima, PT Putra Sari Lestari, serta PT Sigma Prima Indotama.

Kelima perusahaan tersebut dinilai memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan pemanfaatan infrastruktur jalan Pesaguan–Kendawangan, baik untuk distribusi hasil produksi maupun mobilitas operasional perusahaan.

Kelanjutan Kebijakan Dukungan TJSL Infrastruktur

Permintaan ini bukanlah kebijakan baru. Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Bupati Ketapang Nomor 4/SETDA-EKBANG.400.3.3.2/2025 tertanggal 22 Februari 2025. Dalam surat sebelumnya, pemerintah daerah telah mendorong perusahaan-perusahaan di Ketapang agar mendukung perbaikan infrastruktur jalan melalui skema TJSL.

Dengan adanya surat lanjutan ini, Pemkab Ketapang ingin memastikan komitmen tersebut dapat segera direalisasikan, khususnya untuk ruas Pesaguan–Kendawangan yang kondisinya dinilai mendesak untuk diperbaiki.

Gotong Royong Bangun Ketapang

Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam perbaikan jalan bukan semata-mata kewajiban administratif, melainkan bagian dari semangat gotong royong membangun daerah.

“Ini bagian dari semangat gotong royong membangun Ketapang. Pembangunan daerah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan peran bersama, termasuk dunia usaha,” ujar Alex.

Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di daerah juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Apalagi, infrastruktur jalan yang baik tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran operasional perusahaan itu sendiri.

Infrastruktur dan Kepentingan Bersama

Orang nomor satu di Kabupaten Ketapang itu juga menekankan bahwa perusahaan memiliki tanggung jawab sosial terhadap daerah, terutama ketika aktivitas usahanya berada di sekitar atau memanfaatkan infrastruktur yang digunakan masyarakat luas.

“Terlebih untuk infrastruktur yang lokasinya dekat dengan perusahaan. Kepentingan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” tegas Alex.

Dengan kondisi jalan yang baik, risiko kecelakaan dapat ditekan, biaya transportasi dapat dikurangi, serta distribusi barang dan jasa menjadi lebih efisien. Dampak positif ini dirasakan oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Desa

Terkait pelaksanaan teknis di lapangan, Bupati Ketapang meminta agar perusahaan berkoordinasi dengan camat dan kepala desa setempat. Koordinasi ini penting agar proses perbaikan jalan berjalan efektif, terarah, dan tepat sasaran.

Dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan desa, titik-titik kerusakan yang paling prioritas dapat segera ditangani. Selain itu, koordinasi ini juga mencegah tumpang tindih pekerjaan dan memastikan perbaikan dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Jalan Pesaguan–Kendawangan Akses Vital Warga

Ruas Jalan Provinsi Pesaguan–Kendawangan selama ini menjadi akses vital bagi mobilitas warga di wilayah selatan Kabupaten Ketapang. Jalan ini menghubungkan sejumlah kecamatan dan desa, serta menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian, perkebunan, dan aktivitas ekonomi lainnya.

Kondisi jalan yang rusak kerap menyebabkan waktu tempuh menjadi lebih lama, meningkatkan biaya transportasi, dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Tidak sedikit warga yang mengeluhkan kerusakan jalan, terutama saat musim hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.

Dampak Sosial dan Ekonomi Kerusakan Jalan

Kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga berpengaruh pada roda perekonomian daerah. Distribusi hasil panen menjadi terhambat, biaya logistik meningkat, dan daya saing produk lokal bisa menurun.

Bagi masyarakat, kondisi ini juga berdampak pada akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Anak-anak sekolah dan warga yang membutuhkan layanan medis harus menghadapi risiko perjalanan yang lebih tinggi akibat jalan rusak.

Harapan Perbaikan Segera Terealisasi

Dengan adanya permintaan resmi dari Bupati Ketapang, pemerintah daerah berharap lima perusahaan yang diminta dapat segera menindaklanjuti melalui program TJSL masing-masing. Perbaikan jalan diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan kesepakatan bersama.

Pemkab Ketapang optimistis bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat menjadi solusi percepatan pembangunan infrastruktur, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Menuju Infrastruktur yang Lebih Baik

Langkah melibatkan perusahaan dalam perbaikan Jalan Pesaguan–Kendawangan mencerminkan pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, perbaikan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kepentingan bersama.

Jika kolaborasi ini berjalan efektif, Pemkab Ketapang berharap kualitas infrastruktur jalan di wilayahnya dapat meningkat secara signifikan, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Baca Juga : Tiga WNA Tiongkok Dideportasi Imigrasi Ketapang

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : indosiar

You may also like...