BUMDesa Petekeyan Kembangkan Kambing Boer untuk Ketapang
Pemerintah Desa Petekeyan melalui BUMDesa Lestari Petekeyan resmi memulai langkah baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan desa. Melalui peluncuran Program Ketahanan Pangan (Ketapang), BUMDesa Lestari Petekeyan menegaskan komitmennya untuk membangun unit usaha produktif yang berkelanjutan, dengan fokus utama pada budidaya kambing jenis Boer serta pengembangan sektor pertanian.
Program Ketapang dirancang sebagai bagian dari strategi jangka menengah desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru yang mampu menopang perekonomian desa. Budidaya kambing Boer dipilih sebagai salah satu andalan karena dinilai memiliki prospek pasar yang menjanjikan serta mampu dikelola secara profesional oleh unit usaha desa.
Simbol Awal Program Ketahanan Pangan
Peluncuran program ini ditandai dengan serah terima secara simbolis sebanyak 27 ekor kambing Boer dari pemilik Paleboer Gatra Farm, Marsudi, kepada Ketua BUMDesa Lestari Petekeyan H. Maslim. Prosesi tersebut disaksikan oleh Petinggi Petekeyan Rohman, jajaran pengurus dan pengawas BUMDesa, serta pengelola unit budidaya kambing, Sarjoko.
Serah terima ini menjadi simbol dimulainya operasional unit usaha peternakan kambing Boer sebagai bagian dari Program Ketapang. Keberadaan unit usaha ini diharapkan mampu menjadi contoh konkret pengelolaan potensi desa berbasis ekonomi produktif.
Alasan Memilih Kambing Boer
Pemilihan kambing jenis Boer dalam program Ketapang bukan tanpa pertimbangan matang. Kambing Boer dikenal sebagai salah satu ras kambing pedaging unggulan yang berasal dari Afrika Selatan. Jenis kambing ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain pertumbuhan bobot badan yang cepat, kualitas daging yang lembut, tingkat reproduksi yang baik, serta kemampuan adaptasi tinggi terhadap iklim tropis.
Keunggulan tersebut menjadikan kambing Boer sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas peternakan skala desa. Dalam konteks Program Ketapang, kambing Boer dinilai mampu memberikan nilai ekonomi yang relatif cepat, sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani berkualitas.
Selain itu, permintaan pasar terhadap daging kambing Boer terus menunjukkan tren positif, baik untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, usaha kuliner, maupun pasar khusus seperti akikah dan hajatan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi BUMDesa untuk mengembangkan unit usaha yang berdaya saing.
Optimisme Pemerintah Desa
Petinggi Petekeyan, Rohman, menyampaikan optimisme terhadap keberhasilan Program Ketapang. Menurutnya, pengembangan sektor peternakan melalui BUMDesa bukan hanya menjadi simbol ketahanan pangan, tetapi juga diharapkan mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkelanjutan.
Ia menilai bahwa desa harus berani berinovasi dan tidak hanya bergantung pada sektor tradisional. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya manusia serta dukungan kelembagaan BUMDesa, unit usaha peternakan kambing Boer diyakini dapat berkembang secara profesional dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Rohman juga menekankan pentingnya pengelolaan yang transparan dan akuntabel agar kepercayaan masyarakat terhadap BUMDesa semakin meningkat. Dengan tata kelola yang baik, hasil usaha diharapkan dapat kembali dinikmati oleh warga desa dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.
Peran BUMDesa dalam Ekonomi Kerakyatan
Ketua BUMDesa Lestari Petekeyan, H. Maslim, menyampaikan bahwa Program Ketapang merupakan bagian dari upaya memperluas portofolio usaha BUMDesa. Selama ini, BUMDesa tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Melalui budidaya kambing Boer, BUMDesa berupaya menciptakan model usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan warga desa dalam pengelolaan, perawatan, dan pengembangan usaha menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini.
Maslim menambahkan bahwa ke depan, BUMDesa akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan, termasuk peningkatan kapasitas pengelola, penerapan manajemen peternakan yang baik, serta penjajakan kerja sama dengan mitra usaha dan pasar yang lebih luas.
Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Program Ketapang tidak hanya berfokus pada peternakan kambing Boer, tetapi juga akan dikembangkan pada sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan desa. Integrasi antara sektor peternakan dan pertanian diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi desa yang saling mendukung dan berkelanjutan.
Pemanfaatan limbah peternakan untuk pupuk organik, serta pemanfaatan hasil pertanian sebagai pakan tambahan, menjadi bagian dari konsep usaha terpadu yang tengah dirancang. Dengan pendekatan ini, desa diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pihak luar sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.
Harapan Jangka Panjang
Peluncuran Program Ketapang oleh BUMDesa Lestari Petekeyan menjadi langkah awal menuju penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Dengan menjadikan budidaya kambing Boer sebagai andalan baru, desa tidak hanya membangun ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, program ini diharapkan dapat berkembang menjadi unit usaha unggulan desa yang memberikan kontribusi nyata terhadap PADes, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi inspirasi bagi desa lain dalam mengelola potensi ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga : Basarnas Pantau Arus Nataru Ketapang–Gilimanuk
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritabandar

