Nelayan Ketapang Ditemukan Tewas Saat Memasang Pukat
Warga Dusun Gebok Ditemukan Tak Bernyawa
Peristiwa duka kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Seorang pria bernama Rubertus Raon (51), warga Dusun Gebok, Desa Kenaga, Kecamatan Simpang Hulu, ditemukan meninggal dunia pada Kamis, 7 November 2025.
Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan tersebut ditemukan di tepi Sungai Laur setelah sebelumnya dilaporkan tidak kembali ke rumah saat memasang pukat. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan selama kurang lebih dua hari.
Korban Berpamitan untuk Memasang Pukat
Menurut keterangan pihak keluarga dan warga sekitar, Rubertus Raon meninggalkan rumah pada pagi hari untuk memasang pukat di Sungai Laur, sebagaimana rutinitasnya sehari-hari. Aktivitas tersebut sudah biasa ia lakukan sebagai nelayan sungai untuk mencari ikan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Namun hingga sore hari, korban tidak juga kembali ke rumah. Keterlambatan ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat biasanya Rubertus selalu pulang sebelum malam. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan aparat setempat.
Pencarian Awal oleh Masyarakat Belum Berhasil
Sebelum tim SAR dikerahkan, warga Dusun Gebok bersama keluarga korban sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar sungai dan lokasi-lokasi yang biasa digunakan korban memasang pukat. Warga menyusuri tepian sungai dan memeriksa perahu maupun alat tangkap yang biasa digunakan korban.
Namun upaya pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil. Kondisi sungai yang cukup lebar, arus yang tidak selalu stabil, serta minimnya pencahayaan pada malam hari menjadi kendala dalam pencarian oleh warga.
Tim SAR Gabungan Dikerahkan
Setelah laporan resmi diterima, Kantor SAR Pontianak langsung mengerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian. Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, termasuk personel Basarnas, aparat kepolisian, relawan, dan masyarakat setempat.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara intensif sejak korban dilaporkan hilang pada 6 November 2025.
Dua Hari Operasi Pencarian
Menurut I Made Junetra, tim SAR gabungan membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk menemukan korban. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Laur, baik ke arah hulu maupun hilir, dengan memperhatikan kemungkinan korban terbawa arus atau terjebak di tepian sungai.
“Sejak pertama kali dilaporkan hingga korban ditemukan, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama dua hari,” ujar Junetra.
Pola pencarian dilakukan secara sistematis, dengan mengutamakan area-area yang dianggap memiliki potensi besar sebagai lokasi korban.
Korban Ditemukan di Tepi Sungai
Setelah dua hari pencarian, Rubertus Raon akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban ditemukan di tepi Sungai Laur, berjarak sekitar 29 meter ke arah hulu dari titik awal korban diduga memasang pukat.
“Korban ditemukan berjarak 29 meter ke arah hulu sungai. Proses evakuasi berlangsung tanpa kendala,” jelas Junetra.
Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi oleh tim SAR dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Proses Evakuasi Berjalan Lancar
Evakuasi jasad korban dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan menghormati pihak keluarga. Tim SAR memastikan proses berjalan lancar tanpa hambatan berarti, meskipun medan di sekitar sungai cukup licin dan berlumpur.
Pihak keluarga yang hadir di lokasi tampak terpukul atas kejadian tersebut. Warga sekitar turut membantu dan memberikan dukungan moril selama proses evakuasi berlangsung.
Dugaan Penyebab Masih Didalami
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya Rubertus Raon. Namun dugaan awal mengarah pada musibah saat korban melakukan aktivitas memasang pukat di sungai, seperti terpeleset, terjatuh, atau terseret arus.
Pihak berwenang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti tetap diserahkan kepada pihak keluarga dan aparat terkait sesuai prosedur yang berlaku.
Duka Mendalam bagi Keluarga dan Warga
Kepergian Rubertus Raon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan warga Dusun Gebok. Korban dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menggantungkan hidup dari hasil sungai.
Sebagai nelayan, aktivitas memasang pukat di sungai memang memiliki risiko tersendiri, terutama saat kondisi arus tidak menentu atau ketika dilakukan seorang diri.
Imbauan Keselamatan bagi Nelayan Sungai
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan bagi nelayan sungai. Pihak SAR dan tokoh masyarakat setempat mengimbau agar nelayan lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus sungai, serta menggunakan perlengkapan keselamatan jika memungkinkan.
Selain itu, nelayan juga disarankan untuk tidak bekerja sendirian di lokasi-lokasi yang berisiko, sehingga jika terjadi sesuatu dapat segera mendapatkan pertolongan.
Apresiasi untuk Tim SAR dan Warga
Kepala Kantor SAR Pontianak menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk relawan dan masyarakat setempat yang turut membantu sejak awal.
Kerja sama antara tim SAR dan warga dinilai sangat membantu dalam mempercepat proses pencarian hingga korban akhirnya ditemukan.
Penutup: Musibah yang Menjadi Pelajaran Bersama
Musibah yang menimpa Rubertus Raon menjadi duka bersama bagi masyarakat Ketapang, khususnya warga Desa Kenaga. Peristiwa ini menegaskan bahwa aktivitas mencari nafkah di alam terbuka memiliki risiko yang tidak kecil.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Kejadian ini juga diharapkan menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya kewaspadaan dan keselamatan dalam setiap aktivitas, terutama bagi mereka yang bergantung pada alam sebagai sumber penghidupan.
Baca Juga : Tragedi Ombak Pantai Anjir, Dua Pelajar Ditemukan Tewas
Cek Juga Artikel Dari Platform : updatecepat

