Tragedi Ombak Pantai Anjir, Dua Pelajar Ditemukan Tewas

Musibah Laut di Pantai Anjir Ketapang

Peristiwa duka terjadi di Pantai Anjir, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Tiga pelajar Madrasah Tsanawiyah dilaporkan terseret ombak saat bermain di kawasan pantai pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Ketiga korban masing-masing bernama Abdul Sahar (14), Taufik Rahman (14), dan Al Fi’i Kefin (14). Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, pihak sekolah, serta masyarakat sekitar.


Kronologi Awal Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga pelajar tersebut awalnya bermain di tepi Pantai Anjir. Kondisi ombak saat itu dilaporkan cukup kuat, namun diduga tidak sepenuhnya disadari sebagai potensi bahaya oleh para korban.

Saat bermain, tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret ketiganya ke tengah laut. Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat upaya penyelamatan sulit dilakukan.

Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada pihak berwenang, sehingga proses pencarian dan pertolongan dapat segera dilakukan.


Operasi SAR Gabungan Dikerahkan

Mendapat laporan kejadian, tim Kantor SAR Pontianak langsung mengerahkan personel untuk melakukan pencarian. Operasi SAR melibatkan unsur gabungan, termasuk TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.

Kepala Kantor SAR Pontianak melalui Kasi Operasi dan Siaga Adliandi Salman menyampaikan bahwa pencarian korban dilakukan secara intensif sejak hari pertama kejadian.


Hari Kedua Pencarian: Dua Korban Ditemukan

Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan dua dari tiga korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

“Pencarian hari ini memasuki hari kedua, dan tim SAR gabungan telah menemukan dua korban,” ujar Adliandi Salman.

Penemuan ini sekaligus memastikan bahwa dua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, menambah duka bagi keluarga dan masyarakat.


Korban Pertama Ditemukan Malam Hari

Korban pertama yang ditemukan adalah Taufik Rahman (14). Ia ditemukan pada Rabu malam sekitar pukul 22.15 WIB, atau beberapa jam setelah kejadian.

Jasad korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal tenggelam, terbawa arus laut. Tim SAR segera mengevakuasi korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.


Korban Kedua Ditemukan Pagi Hari

Korban kedua, Al Fi’i Kefin (14), ditemukan pada Kamis pagi, 9 Oktober 2025. Jasad korban ditemukan berjarak sekitar 296 meter dari lokasi tenggelam.

Penemuan korban kedua ini kembali menguatkan dugaan bahwa arus laut di Pantai Anjir cukup kuat dan berbahaya, terutama bagi anak-anak atau pengunjung yang tidak memahami karakteristik ombak setempat.


Satu Korban Masih Dalam Pencarian

Hingga berita ini disusun, satu korban lainnya yakni Abdul Sahar (14) masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melanjutkan upaya pencarian dengan harapan korban terakhir dapat segera ditemukan.

“Saat ini kami fokus melanjutkan pencarian terhadap korban ketiga. Semoga korban terakhir segera dapat ditemukan,” ujar Adliandi Salman.


Metode Pencarian yang Digunakan

Sejak hari pertama, tim SAR gabungan menerapkan metode expanding square, yakni pola pencarian berbentuk kotak yang semakin meluas dari titik awal kejadian. Metode ini umum digunakan dalam operasi pencarian korban tenggelam di laut.

Selain pencarian permukaan, tim juga melakukan penyelaman di beberapa titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut atau terbawa arus. Kondisi ombak dan cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.


Duka Mendalam Bagi Keluarga dan Sekolah

Kabar meninggalnya dua pelajar tersebut membawa duka mendalam bagi keluarga, pihak sekolah, serta masyarakat Kecamatan Kendawangan. Ketiganya dikenal sebagai pelajar aktif dan masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah.

Pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat turut menyampaikan belasungkawa dan dukungan moral kepada keluarga korban, sembari berharap korban ketiga dapat segera ditemukan.


Imbauan Keselamatan di Kawasan Pantai

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai. Ombak dan arus laut sering kali berubah secara tiba-tiba, terutama di wilayah pesisir selatan Kalimantan Barat.

Pihak terkait mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan pengelola wisata pantai, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas di laut.


Peran Masyarakat dalam Keadaan Darurat

Dalam kejadian ini, peran masyarakat sekitar juga sangat penting. Sejumlah warga dilaporkan turut membantu tim SAR dengan memberikan informasi, peralatan sederhana, serta dukungan logistik selama proses pencarian berlangsung.

Sinergi antara masyarakat dan tim SAR diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan meminimalkan risiko bagi petugas di lapangan.


Penutup: Menanti Kepastian Korban Terakhir

Tragedi terseret ombak di Pantai Anjir Ketapang menjadi peristiwa duka yang menyentuh banyak pihak. Dua pelajar telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Publik kini menanti kabar terbaru terkait pencarian Abdul Sahar, sembari mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar dan korban terakhir dapat segera ditemukan. Musibah ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan keselamatan harus selalu menjadi prioritas, terutama di kawasan wisata alam yang menyimpan potensi bahaya.

Baca Juga : Misteri Kematian Anggota Brimob di Ketapang

Cek Juga Artikel Dari Platform : seputardigital

You may also like...