SEMARAK LDII Ketapang Perkuat Generasi di Malam Tahun Baru
ketapangnews.web.id Ratusan generasi muda yang tergabung dalam LDII wilayah Ketapang mengikuti kegiatan bertajuk Semangat Pengajian Akhir Tahun Generasi Ketapang atau SEMARAK. Kegiatan ini digelar di Masjid Baiturrahman dan menjadi wadah pembinaan spiritual sekaligus karakter bagi generasi muda dalam menyambut pergantian tahun.
SEMARAK dirancang sebagai alternatif positif di tengah berbagai aktivitas malam tahun baru yang kerap diwarnai potensi perilaku negatif. Alih-alih menghabiskan waktu di luar tanpa arah yang jelas, para peserta diarahkan untuk berkumpul di masjid, mengikuti pengajian, melakukan refleksi diri, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Upaya Preventif Melalui Kegiatan Keagamaan
Ketua DPD LDII Ketapang, Tunggono, menjelaskan bahwa SEMARAK merupakan salah satu langkah preventif LDII untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif yang sering muncul saat malam pergantian tahun. Menurutnya, momen tersebut kerap disalahgunakan oleh sebagian kalangan untuk aktivitas yang tidak bermanfaat bahkan berisiko.
Ia menegaskan bahwa LDII memilih pendekatan pembinaan yang menenangkan, mendidik, dan membangun karakter. Dengan mengumpulkan generasi muda di masjid, LDII ingin memastikan bahwa pergantian tahun dimaknai sebagai momentum evaluasi diri dan peningkatan kualitas pribadi.
Perpaduan Ilmu, Iman, dan Akhlak
SEMARAK tidak hanya diisi dengan pengajian rutin, tetapi juga refleksi diri dan pembekalan keterampilan. Konsep ini dirancang untuk memadukan tiga pilar utama, yakni ilmu, iman, dan akhlak. Ketiganya dianggap sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman.
Melalui pengajian, peserta mendapatkan penguatan nilai-nilai keagamaan. Refleksi diri membantu mereka mengevaluasi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Sementara pembekalan keterampilan bertujuan menyiapkan generasi muda agar memiliki bekal praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Kesadaran dan Tanggung Jawab Sosial
Selain aspek spiritual, kegiatan SEMARAK juga menekankan pentingnya kesadaran sosial. Generasi muda diajak memahami peran mereka sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban dan keharmonisan lingkungan.
Pendekatan ini dinilai relevan karena generasi muda sering berada di garis depan perubahan sosial. Dengan pembinaan yang tepat, mereka diharapkan mampu menjadi agen kebaikan, bukan justru terjebak dalam arus negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Masjid sebagai Pusat Pembinaan Generasi
Pemilihan masjid sebagai lokasi kegiatan memiliki makna simbolis yang kuat. Masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan pengembangan diri. LDII memandang masjid sebagai ruang aman dan kondusif untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
Kehadiran ratusan peserta menunjukkan bahwa pendekatan ini mendapat respons positif. Suasana masjid yang khidmat dan penuh kebersamaan menciptakan pengalaman bermakna bagi para peserta dalam menyambut tahun yang baru.
Alternatif Positif di Tengah Budaya Perayaan
Malam pergantian tahun kerap identik dengan pesta dan euforia yang berlebihan. Tidak jarang, perayaan tersebut diiringi perilaku konsumtif, penggunaan minuman keras, atau aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan masalah sosial.
SEMARAK hadir sebagai alternatif yang menyejukkan. Kegiatan ini menawarkan cara merayakan pergantian tahun dengan lebih bermakna, tanpa kehilangan semangat kebersamaan. Peserta diajak menyambut tahun baru dengan tekad memperbaiki diri dan meningkatkan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Peran Orang Tua dan Lingkungan
LDII juga menilai bahwa keberhasilan pembinaan generasi muda tidak terlepas dari peran orang tua dan lingkungan. Kegiatan seperti SEMARAK menjadi jembatan antara pembinaan di rumah dan di masyarakat.
Dengan adanya dukungan keluarga dan lingkungan yang kondusif, nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan keagamaan akan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi ini penting untuk menciptakan generasi yang konsisten dalam sikap dan perilaku.
Menyiapkan Generasi Menghadapi Tantangan Zaman
Tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berasal dari lingkungan fisik, tetapi juga dari dunia digital. Arus informasi yang begitu cepat membawa dampak positif sekaligus negatif. Oleh karena itu, pembinaan karakter menjadi kebutuhan mendesak.
SEMARAK menjadi salah satu upaya LDII untuk membekali generasi muda agar mampu menyaring informasi, bersikap bijak, dan tetap berpegang pada nilai-nilai moral. Dengan fondasi yang kuat, generasi muda diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merusak.
Harapan dan Komitmen Berkelanjutan
LDII Ketapang berharap kegiatan SEMARAK tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi menjadi bagian dari gerakan pembinaan berkelanjutan. Konsistensi kegiatan dinilai penting agar dampak positifnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Komitmen ini sejalan dengan visi LDII dalam membina generasi penerus yang berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing. Melalui pendekatan yang terencana dan partisipatif, pembinaan generasi muda diharapkan semakin efektif.
Kesimpulan
SEMARAK LDII Ketapang menjadi contoh bagaimana kegiatan keagamaan dapat berperan sebagai benteng generasi muda dari pengaruh negatif malam pergantian tahun. Dengan memadukan pengajian, refleksi diri, dan pembinaan karakter, kegiatan ini menawarkan alternatif perayaan yang lebih bermakna.
Melalui pendekatan berbasis ilmu, iman, dan akhlak, LDII berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan sosial dan moral. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan generasi Ketapang yang tangguh, berintegritas, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritagram.web.id
