Basarnas Pantau Arus Nataru Ketapang–Gilimanuk
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan terus memperkuat pengawasan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi arus libur Natal dan Tahun Baru di sejumlah titik strategis. Salah satu fokus utama berada di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, jalur vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali serta menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Mohamad Syafii, melakukan pemantauan langsung guna memastikan kelancaran arus penyeberangan sekaligus kesiapan seluruh unsur keselamatan. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan publik berjalan optimal di tengah meningkatnya volume penumpang dan kendaraan selama periode libur panjang.
Jalur Vital Penghubung Jawa dan Bali
Lintasan Ketapang–Gilimanuk memiliki peran strategis dalam sistem transportasi nasional. Setiap musim libur, jalur ini menjadi salah satu titik dengan kepadatan tertinggi karena menjadi akses utama masyarakat yang melakukan perjalanan antarprovinsi, baik untuk keperluan liburan, mudik, maupun aktivitas ekonomi.
Dalam pemantauan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kepala Basarnas didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Ardhi Ekapaty. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelancaran arus Nataru.
Evaluasi Kesiapan dan Koordinasi Lintas Instansi
Mohamad Syafii menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan seluruh rangkaian pengamanan dan pelayanan yang direncanakan telah berjalan sesuai dengan skenario yang disusun sebelumnya. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta operator penyeberangan dinilai berjalan efektif.
Menurutnya, kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem pengendalian arus menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyeberangan. Basarnas, bersama instansi terkait, memastikan bahwa potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini, terutama dalam kondisi lonjakan penumpang.
Ia menekankan bahwa kehadiran langsung pimpinan di lapangan bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh prosedur keselamatan benar-benar diterapkan, bukan hanya tertulis dalam perencanaan.
Pantauan Udara dan Kondisi Lalu Lintas
Selain pemantauan di pelabuhan, Basarnas juga melakukan pengawasan dari udara untuk mendapatkan gambaran menyeluruh kondisi lalu lintas. Dari hasil pantauan tersebut, jalur pantai utara Jawa Timur terpantau relatif lancar dan terkendali.
Mohamad Syafii menyebut bahwa kondisi perjalanan dari wilayah barat hingga ujung timur Jawa Timur masih berada dalam batas aman. Hal ini menjadi indikator bahwa rekayasa lalu lintas dan pengaturan arus kendaraan yang diterapkan berjalan cukup efektif.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh petugas untuk tetap waspada dan siaga hingga akhir masa libur, mengingat dinamika di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.
Apresiasi terhadap Perencanaan ASDP
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut memberikan apresiasi terhadap kinerja PT ASDP Indonesia Ferry yang dinilai telah melakukan perencanaan matang dalam menghadapi arus penyeberangan Nataru. Menurutnya, kesiapan armada, pengaturan jadwal, serta koordinasi dengan pihak terkait menjadi kunci dalam menjaga kelancaran layanan.
Khofifah menilai bahwa pengelolaan arus penyeberangan tidak hanya soal kapasitas kapal, tetapi juga manajemen antrean, pelayanan kepada penumpang, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Kewaspadaan terhadap Cuaca Ekstrem
Selain kepadatan arus, faktor cuaca menjadi perhatian utama dalam pengamanan Nataru. Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem harus diantisipasi secara serius, terutama mengingat meningkatnya intensitas hujan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Pemerintah provinsi terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat mitigasi risiko, termasuk melalui langkah-langkah preventif seperti operasi modifikasi cuaca dan pemantauan kondisi meteorologi secara berkala.
Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan potensi gangguan operasional penyeberangan serta menjaga keselamatan penumpang dan awak kapal.
Fokus pada Keselamatan Masyarakat
Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pengamanan arus libur Natal dan Tahun Baru. Basarnas memastikan bahwa seluruh unsur SAR, baik di darat, laut, maupun udara, berada dalam kondisi siap siaga untuk merespons cepat apabila terjadi situasi darurat.
Sinergi antara Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, ASDP, serta instansi pendukung lainnya diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan. Dengan kesiapsiagaan yang optimal, potensi kecelakaan dan gangguan layanan dapat ditekan seminimal mungkin.
Komitmen Menjaga Kelancaran hingga Akhir Libur
Pemantauan di lintasan Ketapang–Gilimanuk menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kelancaran arus Nataru di Jawa Timur. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan sesuai kondisi di lapangan.
Dengan pengawasan ketat, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan menghadapi berbagai skenario, arus penyeberangan diharapkan tetap berjalan lancar hingga akhir masa libur. Langkah ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi dan aktivitas sosial di kawasan Jawa dan Bali selama periode liburan.
Baca Juga : ASDP Imbau Perjalanan Ferry Direncanakan Agar Terhindar Padat
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : footballinfo

