1,67 Juta Penumpang Diprediksi Padati Ketapang–Gilimanuk Saat Mudik
ketapangnews.web.id Lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk kembali menjadi sorotan menjelang arus mudik Lebaran. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan jumlah penumpang yang akan melintasi jalur ini mencapai sekitar 1,67 juta orang selama periode angkutan Lebaran.
Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jalur Ketapang–Gilimanuk memang menjadi salah satu lintasan tersibuk di Indonesia karena menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali.
Setiap musim mudik, pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan pelabuhan Gilimanuk di Bali selalu menjadi titik krusial pergerakan masyarakat. Lonjakan penumpang dan kendaraan hampir selalu terjadi, terutama pada hari-hari puncak keberangkatan.
Jumlah Penumpang Naik Dibanding Tahun Sebelumnya
Menurut proyeksi ASDP, jumlah penumpang pada angkutan Lebaran tahun ini meningkat sekitar tiga persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Pada periode sebelumnya, jumlah penumpang tercatat sekitar 1,62 juta orang. Kini, angka itu diperkirakan naik menjadi 1,67 juta.
Kenaikan ini menandakan bahwa mobilitas masyarakat masih sangat tinggi. Banyak warga yang memilih mudik menggunakan jalur darat dan penyeberangan ferry, baik untuk pulang kampung maupun untuk berlibur ke Bali setelah Lebaran.
Senior General Manager Regional III ASDP, Lutfi Pratama Adi Subarkah, menjelaskan bahwa peningkatan ini menjadi perhatian utama perusahaan dalam menyiapkan layanan penyeberangan yang aman dan tertib.
Lonjakan Kendaraan Diperkirakan Lebih Tinggi
Tidak hanya penumpang, jumlah kendaraan yang melintas juga diprediksi mengalami kenaikan. Total kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 453 ribu unit.
Jumlah ini naik sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 427 ribu unit.
Kendaraan yang melintas biasanya terdiri dari mobil pribadi, sepeda motor, bus, hingga kendaraan logistik. Pada musim mudik, arus kendaraan meningkat drastis karena banyak keluarga memilih perjalanan darat untuk membawa barang dan anggota keluarga lebih banyak.
Lonjakan kendaraan inilah yang sering memicu antrean panjang di area pelabuhan jika tidak dikelola dengan baik.
Peningkatan Bisa Tiga Kali Lipat dari Hari Normal
ASDP menyebut bahwa jumlah penumpang saat Lebaran bisa melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal harian.
Dalam situasi biasa, rata-rata penumpang harian di lintasan Ketapang–Gilimanuk berkisar 10 hingga 11 ribu orang. Namun saat mudik Lebaran, angka tersebut melonjak tajam.
Hal ini membuat pengelolaan pelabuhan menjadi tantangan besar. Jika tidak ada pengaturan yang tepat, kepadatan dapat terjadi di pintu masuk pelabuhan, area parkir, hingga dermaga penyeberangan.
Karena itu, ASDP bersama instansi terkait terus melakukan antisipasi sejak jauh hari.
Ketapang–Gilimanuk Jadi Jalur Vital Jawa-Bali
Lintasan Ketapang–Gilimanuk memiliki posisi strategis dalam sistem transportasi nasional. Jalur ini menjadi akses utama yang menghubungkan dua pulau besar dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata yang tinggi.
Bagi masyarakat Jawa yang ingin menuju Bali, jalur ini merupakan pilihan paling umum karena relatif cepat dan terjangkau. Begitu pula sebaliknya, warga Bali yang mudik ke Jawa juga sangat bergantung pada layanan ferry di Gilimanuk.
Selain penumpang, jalur ini juga menjadi penghubung distribusi logistik. Banyak kendaraan barang yang membawa kebutuhan pokok dan produk industri melintas setiap hari.
Karena itu, kelancaran lintasan ini sangat menentukan stabilitas mobilitas masyarakat.
ASDP Siapkan Langkah Antisipasi Arus Mudik
Menghadapi lonjakan besar, ASDP menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan arus mudik tetap lancar.
Beberapa strategi yang biasanya dilakukan antara lain:
- Penambahan armada kapal operasional
- Penguatan sistem tiket online dan reservasi
- Pengaturan jadwal keberangkatan lebih rapat
- Penyediaan buffer zone atau kantong parkir
- Koordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah
ASDP juga menekankan pentingnya kedisiplinan pengguna jasa agar proses penyeberangan berjalan tertib.
Pemudik diimbau untuk tidak datang mendadak tanpa persiapan, karena hal tersebut bisa memicu kepadatan di area pelabuhan.
Pemudik Diminta Merencanakan Perjalanan Lebih Awal
Masyarakat yang akan melintasi Ketapang–Gilimanuk saat Lebaran disarankan untuk merencanakan perjalanan sejak dini.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pemudik antara lain:
- Memantau informasi resmi dari ASDP
- Menggunakan sistem tiket reservasi jika tersedia
- Menghindari perjalanan di jam puncak
- Memastikan kondisi kendaraan prima
- Menyiapkan bekal dan kebutuhan selama antrean
Dengan persiapan matang, perjalanan mudik bisa lebih nyaman dan risiko terjebak macet panjang dapat dikurangi.
Arus Mudik Jadi Ujian Manajemen Transportasi Nasional
Lonjakan penumpang hingga jutaan orang di lintasan Ketapang–Gilimanuk menjadi ujian besar bagi manajemen transportasi nasional. Jalur ini selalu menjadi titik perhatian karena tingkat kepadatannya tinggi dan berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.
Kolaborasi antara ASDP, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kunci agar arus mudik berjalan lancar.
Keberhasilan pengelolaan mudik tidak hanya soal jumlah kapal, tetapi juga soal sistem pengaturan kendaraan, kesiapan petugas, dan kesadaran pengguna jasa.
Penutup: Ketapang–Gilimanuk Diprediksi Jadi Titik Terpadat Mudik
Proyeksi ASDP menunjukkan bahwa lintasan Ketapang–Gilimanuk akan dipadati sekitar 1,67 juta penumpang dan lebih dari 453 ribu kendaraan selama periode Lebaran.
Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan menandakan tingginya mobilitas masyarakat.
Dengan persiapan dan antisipasi yang dilakukan ASDP serta dukungan semua pihak, diharapkan arus mudik di jalur Jawa-Bali ini dapat berjalan aman, lancar, dan tertib.

Cek Juga Artikel Dari Platform podiumnews.online
